BPBD Tomohon Kembangkan Kapasitas 682 TRC-PB, Edwin Roring : Ini Upaya Pemerintah Hadapi Ancaman Bencana

NusantaraInfo.net|| Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tomohon melaksanakan Sosialisasi dan Bimtek Pengembangan Kapasitas TRC-PB Berbasis Masyarakat , Kamis (30/11) di Aula Megfra.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tomohon Hengky Supit, dalam laporannya mengatakan maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan peran pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat dalam penanggulangan bencana sebagai upaya mitigasi maupun pelayanan kepada kebencanaan kepada masyarakat.

“Tujuan yakni mempersiapkan dan mengembangkan kapasitas tim reaksi cepat bencana kota Tomohon yang berbasis masyarakat,” ujarnya.

Wali Kota Tomohon Caroll Senduk melalui Sekretaris Daerah Edwin Roring dalam sambutannya mengatakan bencana adalah rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia kerusakan lingkungan kerugian harta benda dan dampak psikologis.

Lanjut dia, kegiatan ini perlu kita lakukan guna mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah tepat dan berdaya guna, itulah sebabnya maka kegiatan ini sangat strategis

“Undang-undang nomor 24 tahun 2007 pasal 5 berbunyi pemerintah dan pemerintah daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Untuk itu, penyelenggaraan penanggulangan bencana adalah serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan yang beresiko timbulnya bencana kegiatan pencegahan bencana maupun tanggap darurat,” jelasnya.

Selain itu, tambah dia, dari data statistik kebencanaan yang disajikan dalam profil data informasi bencana Indonesia 5 tahun terakhir ini menunjukkan angka kejadian dan korban yang masih cukup tinggi jadi, dimana jumlah kejadian bencana 3.905 dan jumlah 478 korban. Kemudian, kejadian yang terakhir tahun 2023 jumlah bencana yang terjadi 2559 bencana dan jumlah korban 66 dan hal ini memberikan indikasi bahwa banyak tugas yang harus kita lakukan untuk mengurangi bencana dan dampak dari bencana itu sendiri.

“Kegiatan yang dilakukan saat ini melalui peningkatan kapasitas tim reaksi cepat merupakan upaya pemerintah dalam menghadapi ancaman bencana serta tentunya kita akan membangun sinergitas seluruh sektor yaitu pemerintah, dunia usaha, akademisi,media dan seluruh lapisan masyarakat jadi membangun sistem sampai di tingkat paling bawah yaitu tingkat lingkungan dan diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan kebencanaan,” tukas Sekot Edwin Roring mengutip sambutan Wali Kota Tomohon.

Untuk diketahui, kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari tanggal 30 november dan 05 Desember.

Tampak hadir, Masyarakat perwakilan Kelurahan se- Kota Tomohon sebanyak 682 orang, Staff Khusus, Kepala OPD, Camat, dan Lurah serta jajaran BPBD Kota Tomohon.

Adi

Leave a Reply

Your email address will not be published.