RSUD Anugerah Kota Tomohon Meningkatkan Kesadaran Pelayanan Kesehatan untuk ODGJ

NusantaraInfo.net|| RSUD Anugerah Kota Tomohon menggelar acara sosialisasi dan orientasi pelayanan kesehatan untuk Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Selasa (05/03), di aula RSUD Anugerah.

Acara tersebut dibuka oleh Direktur RSUD Anugerah, dr. Irenne Pendeirot, dan dihadiri oleh narasumber terkemuka seperti Ketua TP-PKK Kota Tomohon, drg. Jeand’arc Senduk-Karundeng, dan dr. Ireine S C Roosdy M.Kes Sp KJ.

Dalam acara sosialisasi ini, kasus ODGJ disoroti sebagai hal yang memerlukan perhatian serius dari semua pihak. Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan sumber daya kesehatan terlatih jiwa di Puskesmas.

Pentingnya kesehatan jiwa dipandang setara dengan kesehatan fisik oleh para peserta, karena kondisi jiwa yang sehat memungkinkan individu untuk berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial. Dengan demikian, mereka dapat mengatasi tekanan, bekerja secara produktif, dan memberikan kontribusi bagi komunitas mereka.

Dalam rangka penanganan ODGJ, peserta sosialisasi menekankan pentingnya pelayanan yang terintegrasi, termasuk tatalaksana Gangguan Mental sesuai kompetensi keilmuan, rehabilitasi sosial, konseling/psikoterapi, psikofarmaka, dan brain stimulation.

Selain itu, pentingnya pendaftaran ODGJ dalam BPJS Kesehatan juga ditekankan, sehingga mereka dapat mendapatkan layanan kesehatan jiwa yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Direktur RSUD Anugerah, dr. Irene, menyampaikan apresiasi atas kerjasama serta kehadiran para stakeholder dalam acara sosialisasi tersebut. Beliau juga mengungkapkan bahwa di RSUD Anugerah akan ada pelayanan konseling kejiwaan dan sudah ada dokter yang disiapkan oleh RSUD untuk memenuhi kebutuhan pelayanan jiwa.

Tampak hadir, utusan dari puskesmas yang ada di Kota Tomohon serta instansi terkait lainnya seperti Dinas Kesehatan Daerah Kota Tomohon dan Satuan Polisi Pamong Praja serta Dinas Sosial Daerah Kota Tomohon.

Adi

Leave a Reply

Your email address will not be published.