
Suasana penuh semangat tampak di SD Inpres Kakaskasen Dua, Senin (8/10/2025), ketika 30 siswa mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).
Dengan wajah-wajah polos yang dipenuhi rasa ingin tahu, para siswa duduk di depan komputer, berusaha menyesuaikan diri dengan sistem ujian berbasis digital yang akan mereka hadapi.
Kepala Sekolah Agustien Tulus tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia melihat langsung bagaimana siswanya berusaha mengikuti simulasi dengan serius.
“Anak-anak ini luar biasa. Meski sebagian besar baru pertama kali mencoba ujian dengan komputer, mereka tetap berani, penuh semangat, dan berusaha keras. Itu yang membuat saya terharu sekaligus bangga,” ungkap Tulus.
Sementara itu ia menambahkan operator sekolah menjadi sosok penting di balik kelancaran simulasi ini.
Ia memastikan jaringan stabil, komputer siap digunakan, serta mendampingi siswa satu per satu agar tidak ada yang merasa kesulitan.
“Bagi saya, ini bukan sekadar simulasi. Ini adalah perjuangan kecil yang akan membawa masa depan besar bagi anak-anak kita. Mereka perlu diberi pengalaman, kepercayaan diri, dan dukungan penuh,” kata dia
Simulasi ANBK ini tidak hanya melatih siswa secara teknis, tetapi juga menumbuhkan mental siap menghadapi tantangan. Meski ada rasa gugup, terlihat jelas tekad kuat dari para siswa untuk memberikan yang terbaik.
Dengan persiapan matang, dukungan guru, serta kerja keras operator sekolah, SD Inpres Kakaskasen dua optimis seluruh rangkaian ANBK tahun ini dapat berjalan sukses.
Harapan besar pun terpatri: agar siswa-siswa Kakaskasen bukan hanya lulus ANBK dengan baik, tetapi juga tumbuh sebagai generasi yang cerdas, tangguh, dan percaya diri menghadapi masa depan.




