
Nusantarainfo.net || Wali Kota Tomohon Caroll J. A. Senduk, S.H. bersama Wakil Wali Kota Tomohon Sendy G. A. Rumajar, S.E., M.I.Kom menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Perencanaan Pembangunan Rancangan RKPD Kota Tomohon Tahun 2027, yang dilaksanakan di Grand Master Hotel Tomohon.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Tomohon menyampaikan bahwa Musrenbang RKPD merupakan salah satu tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang dilaksanakan secara partisipatif.
“Melalui forum ini, kita bersama-sama menyelaraskan berbagai usulan dan aspirasi masyarakat yang telah dihimpun mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan untuk kemudian dirumuskan menjadi prioritas pembangunan daerah yang terarah, efektif, dan berkelanjutan,” ujar Wali Kota.
Sebagai arah pembangunan daerah ke depan, tema pembangunan Kota Tomohon Tahun 2027 yang diangkat adalah “Percepatan Transformasi Pembangunan Inklusif Melalui Penguatan SDM, Ekonomi Daerah dan Ketahanan Lingkungan.” Sejalan dengan tema pembangunan tersebut, target indikator makro pembangunan Kota Tomohon Tahun 2027 diarahkan pada capaian sebagai berikut:
Pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 5,80–6,25 persen.
PDRB per kapita sebesar Rp62,95 juta.
Kontribusi PDRB Kota Tomohon terhadap perekonomian Provinsi Sulawesi Utara sebesar 4,6 persen.
Tingkat kemiskinan sebesar 5,30–4,80 persen.
Tingkat pengangguran terbuka sebesar 7,30–6,56 persen.
Rasio Gini sebesar 0,320–0,315.
Indeks Pembangunan Manusia pada angka 80,75–80,88.
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup sebesar 68,47 persen.
Penurunan intensitas emisi gas rumah kaca ditargetkan mencapai 34 persen.
Untuk mendukung pencapaian target-target tersebut, arah kebijakan pembangunan Kota Tomohon Tahun 2027 difokuskan pada delapan prioritas pembangunan daerah, yaitu:
Peningkatan kerukunan umat beragama, nilai-nilai budaya, demokrasi, dan karakter kebangsaan
Peningkatan produktivitas sektor pertanian serta penguatan sistem ketahanan pangan yang berkelanjutan
Peningkatan kualitas infrastruktur, ketahanan terhadap bencana dan perubahan iklim, serta pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan
Pengembangan sektor pariwisata yang maju dan berkelanjutan
Peningkatan produktivitas dan daya saing daerah melalui pengembangan produk unggulan daerah serta peningkatan investasi
Peningkatan dan pemerataan kualitas pendidikan dan kesehatan, peningkatan daya saing tenaga kerja, serta penguatan perlindungan sosial yang adaptif dan inklusif
Peningkatan kualitas pelayanan publik melalui digitalisasi layanan, inovasi daerah, serta penguatan reformasi birokrasi
Penguatan stabilitas keamanan dan ketertiban daerah.




