
Manado, nusantarainfo.net – Kesederhanaan sekaligus kedekatan dengan masyarakat kembali diperlihatkan Wali Kota Manado Andrei Angouw dalam aktivitasnya, Kamis (18/6/2026). Usai menyelesaikan agenda pemerintahan di Kantor Wali Kota, ia memilih menggunakan transportasi publik Trans Manado sebelum melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Rumah Makan Bianglala di kompleks Gereja GMIM Sentrum Manado untuk menggelar public hearing bersama warga.
Setelah menerima tamu dan memimpin sejumlah rapat teknis di ruang kerjanya, Andrei Angouw bersama Asisten II Atto Bulo, S.H., M.M., Kepala Dinas PUPR Kota Manado John Suwu, S.T., M.T., serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Meiske Rumondor menunggu kedatangan Bus Trans Manado di depan Kantor Wali Kota.
Kehadiran orang nomor satu di Kota Manado itu di dalam bus langsung menarik perhatian penumpang. Sejumlah warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyapa dan berdialog secara langsung mengenai berbagai persoalan transportasi maupun perkembangan pembangunan di Kota Manado.
Momentum perjalanan menggunakan angkutan umum itu menjadi ruang komunikasi yang efektif bagi Wali Kota untuk mendengarkan aspirasi masyarakat sekaligus memberikan penjelasan terhadap berbagai pertanyaan yang disampaikan warga. Suasana berlangsung santai namun penuh keakraban, mencerminkan pola komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat.
Setibanya di halte depan Gedung Juang, Wali Kota bersama rombongan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Rumah Makan Bianglala. Di lokasi tersebut, agenda public hearing berlangsung dalam suasana yang tidak formal, sembari menikmati makan siang bersama masyarakat.
Dalam kesempatan itu, berbagai masukan dan pandangan warga mengenai pelayanan publik serta pembangunan kota menjadi bagian dari dialog yang berlangsung hangat. Wali Kota juga melayani permintaan warga yang ingin mengabadikan momen melalui foto bersama.
Aktivitas menggunakan transportasi publik, berjalan kaki di pusat kota, hingga berdiskusi langsung dengan masyarakat di ruang publik menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang mengedepankan keterbukaan dan kedekatan dengan warga. Melalui cara tersebut, aspirasi masyarakat dapat diterima secara langsung sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan di Kota Manado.
Public hearing yang dikemas dalam suasana sederhana itu menjadi gambaran bahwa ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat dapat tercipta di mana saja, termasuk di dalam bus, sepanjang trotoar kota, maupun di meja makan, sehingga komunikasi publik berlangsung lebih natural dan partisipatif. (Rik)






