
Nusantarainfo.net || Komitmen meningkatkan budaya literasi terus diperkuat di SD GMIM I Kakaskasen. Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Meita M. Mandagi, S.Pd, sekolah ini menerapkan program 15 menit membaca buku sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai.
Program tersebut dilaksanakan setiap hari sebagai upaya membangun kebiasaan membaca sejak dini. Para siswa diarahkan untuk membaca buku nonpelajaran yang tersedia di sekolah guna memperluas wawasan dan melatih pemahaman bacaan.
Selain program membaca, sekolah juga menyediakan pojok baca di setiap kelas. Fasilitas ini dimanfaatkan siswa untuk membaca saat waktu luang, sehingga suasana belajar menjadi lebih aktif dan kondusif.
Kepala Sekolah Meita M. Mandagi, S.Pd menyampaikan bahwa literasi bukan hanya soal kemampuan membaca, tetapi juga membentuk karakter, pola pikir kritis, dan kebiasaan belajar yang berkelanjutan.
“Melalui pembiasaan ini, kami ingin menanamkan kecintaan terhadap buku sekaligus membangun karakter siswa yang gemar belajar,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada akademik, SD GMIM I Kakaskasen juga mendorong pengembangan spiritual siswa melalui kegiatan rohani yang terintegrasi dalam aktivitas sekolah.
“ Setiap hari membawa Alkitab dan mempelajari tiap-tiap hari, ” jelasnya.
Hal ini dilakukan untuk membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki nilai moral dan spiritual yang kuat.
Upaya peningkatan mutu pendidikan tersebut diperkuat dengan sinergitas antara guru dan orang tua murid. Komunikasi yang intens dan kerja sama yang baik menjadi kunci dalam mendukung perkembangan akademik maupun karakter siswa.
Dengan berbagai program tersebut, SD GMIM I Kakaskasen terus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang literatif, religius, dan kolaboratif demi mencetak generasi yang unggul di masa depan.







