
Tomohon, nusantarainfo.net – Praktik curang distribusi LPG kembali memicu keresahan masyarakat. Warga melaporkan, tabung gas yang baru tiba di pangkalan justru diklaim habis saat dibutuhkan.
“Belum ada tapi sudah habis,” kata seorang agen ketika ditanya ketersediaan gas. Pernyataan kontradiktif ini menimbulkan dugaan penimbunan dan permainan stok.
Lebih memprihatinkan, warga yang sangat membutuhkan tetap tidak bisa mendapat LPG saat itu juga, karena prioritas diberikan kepada mereka yang sudah pesan dulu.
Respon warga :
“Bagaimana mau pesan dulu kalau tabung LPG hanya ada satu dan habis sebelum distribusi tiba? Saat distribusi masuk, malah prioritas diberikan ke mereka yang sudah preorder.”
Modus lain yang ditemukan lebih mencengangkan: oknum menggunakan mobil pickup untuk membawa pulang 10 tabung sekaligus dari satu pangkalan, menambah kekhawatiran akan kelangkaan.
“Ada mobil pickup dari luar taratara, mereka tiga orang datang, saat saya tiba dipangkalan, mereka sementara menurunkan tabung kosong tapi sudah ada 10 Tabung yang baru ditukar dari pangkalan tersebut.” Ungkap seorang warga.
Ia juga menambahkan kemungkinan yang membawa 10 Tabung bukan masyarakat dari taratara. gas akan dibawa ke salah satu tempat pencucian kendaraan ditomohon.
“Yang satu, dia memakai kaos hijau dengan sablon R**ph Carwash Tomohon dipunggung, dan di kendaraan pickup juga ada sticker R**ph Carwash,” Pungkasnya.
Distribusi LPG di Taratara Raya sendiri dijadwalkan setiap Selasa dan Jumat, namun praktik-praktik ini membuat ketersediaan bagi masyarakat yang membutuhkan menjadi tidak menentu.
Masyarakat meminta pihak berwenang bertindak tegas agar distribusi LPG kembali transparan dan adil bagi seluruh warga. (admin)





