
Tomohon, nusantarainfo.net – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Manado terus berinovasi dalam memberikan pembinaan kemandirian kepada warga binaan. Melalui berbagai program pelatihan keterampilan, warga binaan dibekali keahlian yang dapat menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
Beragam kegiatan produktif telah dilaksanakan, seperti pembuatan roti, membatik, merajut, salon, laundry, hingga kegiatan ketahanan pangan seperti budidaya kacang panjang, sawi, dan rica (cabai).
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Manado, Marwati, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan yang bertujuan meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri warga binaan.
“Kami berkomitmen untuk membina warga binaan agar mereka memiliki keterampilan yang bermanfaat. Kegiatan seperti pembuatan roti, batik, merajut, layanan salon dan laundry, hingga ketahanan pangan adalah bentuk nyata dari upaya kami membekali mereka dengan kemampuan wirausaha,” ujar Marwati yang juga dikenal dekat dengan awak media.
Ia pun menambahkan bahwa hasil produksi dari kegiatan tersebut tak hanya digunakan untuk kebutuhan internal, tetapi juga dipasarkan ke masyarakat sebagai bagian dari program kemandirian.
“Dengan keterampilan ini, harapannya saat mereka bebas nanti, mereka bisa mandiri secara ekonomi dan tidak kembali melakukan pelanggaran hukum,” tambahnya.
Program ketahanan pangan menjadi salah satu kegiatan unggulan, di mana warga binaan dilatih menanam dan merawat tanaman seperti kacang panjang, sawi, dan rica. Lahan di sekitar lapas dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan ini.
Lebih lanjut Marwati juga menyampaikan apresiasinya terhadap semangat warga binaan yang antusias mengikuti setiap pelatihan. Menurutnya, hal ini menjadi indikator positif bahwa pembinaan yang dilakukan membawa dampak nyata.
Dengan semangat rehabilitasi dan reintegrasi, Lapas Perempuan Kelas IIB Manado menunjukkan bahwa masa pidana dapat menjadi momen pembelajaran dan transformasi bagi para warga binaan. (Rik)




