
Nusantarainfo.net || Pencarian terhadap Firland Ericko Lahilote (21), pemuda yang tenggelam di Pantai Kabasaran, Desa Kapataran, Kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa, masih terus dilakukan. Hingga Kamis (02/10), Tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Kepala Kantor Basarnas Sulawesi Utara, George Mercy Randang, S.IP., M.A.P., menegaskan pihaknya tidak akan menghentikan operasi sebelum korban ditemukan.
“Sejak laporan masuk pada 30 September, tim kami langsung bergerak cepat ke lokasi. Sampai hari ini, seluruh upaya terus dikerahkan dengan menyisir darat, laut, hingga bawah permukaan air. Kami akan berusaha semaksimal mungkin,” ungkap Randang.
Operasi Besar-Besaran
Sebanyak 67 personel terlibat dalam operasi ini, terdiri dari:
Tim Rescue KPP Manado – 16 personel
Polsek Lembean – 5 personel
Pos TNI AL Atep Oki – 1 personel
BPBD Minahasa – 6 personel
Puskesmas Lembean Timur – 2 personel
RAPI Minahasa – 11 personel
Pemerintah Desa Kapataran – 6 personel
Keluarga korban & masyarakat setempat – 20 personel
Dilengkapi perahu karet, peralatan selam, perlengkapan medis, dan komunikasi, tim bekerja sejak pagi hingga sore dengan membagi area pencarian ke sejumlah sektor.
Tugas Kemanusiaan
Meski ombak besar dan cuaca kerap menjadi tantangan, semangat tim SAR tidak surut. “Kami sadar setiap menit sangat berharga bagi keluarga korban. Karena itu, Basarnas bersama unsur terkait akan terus berupaya sampai korban ditemukan, apapun keadaannya,” tambah Randang.
Hingga kini, keluarga korban masih setia menunggu di tepi pantai, berharap operasi yang dipimpin langsung oleh Basarnas Sulut dapat segera membawa jawaban. Laut Kabasaran menjadi saksi bisu, bagaimana kerja keras, doa, dan harapan berpadu dalam misi kemanusiaan ini. (mvp)






