
Manado, Nusantarainfo.net — Pengembangan pariwisata Kota Manado tidak hanya bergantung pada kesiapan destinasi, tetapi juga pada kemudahan akses bagi wisatawan. Hal inilah yang menjadi perhatian Wali Kota Manado Andrei Angouw saat mengunjungi Kantor AirNav Indonesia di kawasan Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado, Senin (5/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Andrei Angouw berdiskusi dengan pihak AirNav mengenai operasional penerbangan dan pelayanan navigasi di Bandara Sam Ratulangi. Pembahasan kemudian diarahkan pada keterkaitan sektor penerbangan dengan konsepsi pengembangan pariwisata Kota Manado.
Didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kota Manado Drs. Jeffry Worang, M.Si., dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado Esther Mamangkey, S.E., Wali Kota menggali informasi mengenai operasional bandara secara umum, termasuk aspek yang dapat mendukung mobilitas wisatawan menuju Manado.
Bagi Pemerintah Kota Manado, keberadaan Bandara Sam Ratulangi sebagai bandara internasional memiliki posisi strategis dalam membuka akses wisatawan dari luar negeri. Karena itu, Wali Kota berharap konektivitas penerbangan internasional ke Manado dapat semakin terbuka dan berkembang.
Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk menggali informasi mengenai data wisatawan yang masuk melalui Bandara Sam Ratulangi. Data tersebut dinilai penting sebagai salah satu bahan untuk melihat potensi pasar wisata sekaligus menyusun strategi promosi destinasi Kota Manado.
Tak hanya membahas aspek operasional, Pemkot Manado juga menjajaki peluang promosi destinasi wisata daerah melalui area bandara. Informasi mengenai berbagai destinasi di Manado diharapkan dapat ditampilkan sehingga wisatawan yang tiba memperoleh gambaran lebih awal mengenai pilihan wisata yang dapat dikunjungi.
Dalam kunjungan itu, Wali Kota bersama tim bahkan berkesempatan menaiki menara pengawas penerbangan. Dari sana, Wali Kota melihat secara langsung aktivitas dan tugas petugas pengawas penerbangan, sekaligus memantau kondisi lingkungan sekitar, termasuk kondisi asap yang berpotensi memengaruhi aktivitas penerbangan.
AirNav Indonesia sendiri merupakan penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di Indonesia dengan mandat utama mengutamakan keselamatan penerbangan. Kantor Cabang Manado berada di Gedung Operasi Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi.
Bagi Andrei Angouw, pembenahan dan pengembangan ekosistem bandara tidak berdiri sendiri. Konektivitas udara, akses wisatawan, promosi destinasi, serta kesiapan sektor pariwisata perlu berjalan beriringan.
Dengan pendekatan tersebut, Bandara Sam Ratulangi tidak hanya dipandang sebagai fasilitas transportasi udara, tetapi juga sebagai salah satu pintu masuk strategis bagi pengembangan pariwisata dan perekonomian Kota Manado. (Rik)





