
Nusantarainfo.net || Teka-teki kematian tragis Evia Mangolo (AEM), mahasiswi Universitas Negeri Manado (UNIMA) pada akhir tahun 2025, mulai menemui titik terang.
Dalam konferensi pers di Balai Wartawan Polda Sulawesi Utara, Selasa (10/03), Direktur Reserse PPA-PPO Polda Sulut, Kombes Pol. Nonie Johanna Sengkey, S.P., M.Si., menegaskan bahwa fokus penyidikan saat ini bukan lagi pada tindakan bunuh diri korban, melainkan pada dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang diduga melatarbelakangi aksi tersebut.
Berdasarkan pendalaman yang dilakukan penyidik Subdit 1, ditemukan sejumlah indikasi yang mengarah pada kekerasan seksual secara non-fisik atau verbal.
Sementara itu, kemungkinan adanya kekerasan fisik masih terus didalami melalui alat bukti yang tersedia.
Kombes Nonie menjelaskan bahwa proses pengungkapan perkara ini tidak mudah karena korban telah meninggal dunia.
Oleh karena itu, penyidik harus bekerja lebih intensif dalam mengumpulkan bukti, termasuk melakukan digital forensik terhadap perangkat elektronik milik korban.
“ Dari hasil pemeriksaan tersebut, penyidik menemukan sejumlah komunikasi dengan istilah-istilah yang tidak biasa, sehingga memerlukan keterangan dari saksi ahli bahasa untuk memperkuat pembuktian hukum, ” terangnya.
Selain itu, Polda Sulut juga masih menunggu hasil pemeriksaan dari ahli psikologi forensik APSIFOR di Jakarta untuk memahami tekanan mental yang dialami korban.
Setelah seluruh keterangan ahli rampung, pihak kepolisian akan melakukan gelar perkara guna menentukan langkah hukum selanjutnya.
Sejauh ini, sekitar 10 orang saksi telah diperiksa, termasuk pihak yang diduga sebagai terduga pelaku.
Polda Sulut memastikan proses penyidikan akan terus berjalan dan perkembangan kasus akan disampaikan secara transparan kepada keluarga almarhumah AEM.
“Jadi mohon maaf, mohon bersabar karena ini kasus tidak mudah ya, membutuhkan effort, membutuhkan ekstra dari kami untuk kerja keras bagaimana mengungkap kasus ini.
Tapi puji Tuhan dengan beberapa barang bukti yang kami temukan dalam proses penyidikan ini ada titik terang” pungkasnya.






