
Manado, nusantarainfo.net || Peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) tingkat Provinsi Sulawesi Utara yang dipusatkan di Taman Kesatuan Bangsa Manado berlangsung meriah dan sarat pesan kolaboratif antara buruh, pemerintah, dan aparat keamanan. Meski secara kalender internasional diperingati setiap 1 Mei, kegiatan di Manado baru dilaksanakan pada Senin (4/5/2026), menyesuaikan agenda nasional yang sebelumnya terpusat di kawasan Monumen Nasional.
Sekitar dua ribu buruh dan pekerja dari enam konfederasi besar SBSI, KSBSI, KSPSI AGN, KSPI, KPBI, dan KASBI memadati lokasi sejak pagi hari. Mereka terpantau tertib mengantre registrasi di enam pos yang telah disiapkan panitia, mencerminkan koordinasi yang matang dalam pelaksanaan kegiatan tahunan ini.
Peringatan yang dikomandoi Ketua Panitia Lucky Ch.M Sanger dan Sekretaris Jack Andalangi ini tidak hanya diisi dengan agenda seremonial. Sejak pagi, para buruh bersama unsur TNI-Polri menggelar aksi bersih-bersih lingkungan di sekitar kawasan TKB, dilanjutkan dengan berbagai kegiatan sosial seperti pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, serta pasar murah bagi masyarakat.
Kehadiran jajaran pejabat tinggi daerah turut menambah bobot kegiatan ini. Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay hadir didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Pangdam XIII/Merdeka, Kapolda Sulut, serta Wali Kota Manado Andrei Angouw.
Rombongan disambut meriah dengan atraksi budaya Kabasaran dan musik bambu yang mengiringi menuju panggung utama. Suasana semakin khidmat saat acara dibuka dengan lagu Indonesia Raya dan doa bersama, dilanjutkan laporan panitia serta orasi dari masing-masing perwakilan serikat buruh yang diberi waktu lima menit untuk menyampaikan aspirasi.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperjuangkan kesejahteraan buruh di Sulawesi Utara. Ia menyatakan bahwa aspirasi yang disampaikan telah didengar dan akan menjadi perhatian serius pemerintah.
“Indeks pembangunan di Sulawesi Utara menunjukkan tren positif. PDRB kita masih dalam kondisi aman, dan ini tidak lepas dari kontribusi para buruh dan pekerja,” ujar Gubernur.
Ia juga menekankan kepada seluruh jajaran pemerintah agar responsif terhadap berbagai keluhan buruh, serta menjadikannya sebagai bahan evaluasi kebijakan ke depan. Gubernur bahkan menyatakan keselarasan sikap dengan Presiden terkait komitmen peningkatan kesejahteraan pekerja yang sebelumnya disampaikan dalam peringatan May Day nasional di Jakarta.
Lebih jauh, ia menyoroti tantangan ketenagakerjaan, khususnya meningkatnya jumlah angkatan kerja setiap tahun dari lulusan SMA/SMK hingga perguruan tinggi. Menurutnya, perencanaan kesejahteraan tenaga kerja harus dilakukan secara sistematis sejak dini agar mampu menjawab dinamika tersebut.
“Setiap aspirasi kami dengar dan akan diupayakan untuk direalisasikan. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan simbolis paket sembako kepada 10 perwakilan masyarakat serta enam perwakilan serikat pekerja. Momentum kebersamaan ditutup dengan pelepasan burung merpati sebagai simbol perdamaian dan harapan, serta pembagian doorprize kepada peserta.
Peringatan May Day 2026 di Manado tidak sekadar menjadi ajang penyampaian aspirasi, tetapi juga memperlihatkan wajah baru hubungan industrial yang lebih harmonis di mana buruh, pemerintah, dan aparat berdiri dalam satu panggung, membawa semangat kolaborasi menuju kesejahteraan bersama. (Rik)




