
Nusantarainfo.net || Menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakernas), Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Tomohon langsung bergerak melakukan konsolidasi hingga ke tingkat akar rumput.
Fokus utama saat ini adalah menuntaskan pembentukan struktur kepengurusan di tingkat kecamatan atau Pengurus Anak Cabang (PAC).
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Tomohon, Noldy Lengkong, menegaskan bahwa proses penjaringan ini bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan bagian dari upaya serius memperkuat mesin partai di tingkat bawah.
“Kami ingin proses ini cepat, tapi tetap sesuai mekanisme partai. Targetnya jelas, dalam waktu singkat struktur PAC di lima kecamatan sudah lengkap dan siap bekerja,” ujar Lengkong.
Menurutnya, penguatan struktur di tingkat kecamatan sangat penting, bukan hanya untuk kepentingan internal partai, tetapi juga untuk memastikan kerja-kerja politik PDI Perjuangan benar-benar menyentuh masyarakat, termasuk generasi muda.
“PAC harus diisi oleh kader yang punya kapasitas, militansi, dan bisa membangun komunikasi dengan semua lapisan, khususnya pemilih milenial yang sekarang semakin menentukan arah politik,” tambahnya.
Maraton Penjaringan di Lima Kecamatan
Proses penjaringan calon Ketua PAC di lima kecamatan se-Kota Tomohon kini dilakukan secara maraton.
Pada Senin malam (26/1), DPC menargetkan penyelesaian penjaringan di tiga kecamatan, yakni:
Kecamatan Tomohon Selatan
Kecamatan Tomohon Timur
Kecamatan Tomohon Tengah
Sementara dua kecamatan lainnya, Tomohon Barat dan Tomohon Utara, dijadwalkan rampung keesokan harinya sebelum seluruh hasilnya diserahkan ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Sulawesi Utara.
Lengkong menegaskan, seluruh tahapan dilakukan secara terbuka dan berjenjang sesuai aturan organisasi.
“Setelah ini kami akan serahkan ke DPD untuk diproses lebih lanjut. Harapannya, struktur yang terbentuk nanti benar-benar solid dan siap menggerakkan partai di tingkat bawah,” katanya.
Ia menutup dengan penegasan bahwa kekuatan partai tidak boleh hanya terasa saat pemilu.
“Kalau struktur di bawah kuat, partai akan hidup setiap hari di tengah rakyat, bukan hanya muncul saat kampanye,” tutup Lengkong.







