
SULUT, nusantarainfo.net – Gubernur Sulawesi Utara menggelar pertemuan dan dialog terbuka bersama 89 akademisi dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta se-Sulut yang berlangsung di Aula Wisma Negara Bumi Beringin, Manado. Acara ini menjadi ajang penting untuk menjabarkan visi-misi Gubernur, khususnya dalam bidang pendidikan tinggi dan pembangunan daerah berbasis pengetahuan.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan pentingnya keterlibatan para akademisi dalam proses penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Utara.
“RPJMD saat ini masih dalam tahap penyusunan, dan masukan dari kalangan akademisi sangat kami butuhkan. Kami mengundang kontribusi secara tertulis agar arah pembangunan daerah ke depan dapat tersusun dengan baik dan berpijak pada kajian ilmiah,” ujar Gubernur.
Pertemuan ini menjadi ruang sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi, serta wujud komitmen bersama untuk menghadirkan kebijakan publik yang berbasis data dan riset.
Selain pendidikan, Gubernur juga mengangkat isu strategis lainnya yaitu sektor pertambangan. Ia menyampaikan bahwa Pemprov Sulut telah mengusulkan izin Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) ke pemerintah pusat.
“Saya berharap Peraturan Presiden (Perpres) terkait WPR bisa segera terbit. Dengan demikian, kita memiliki dasar hukum dan pedoman yang jelas dalam mengelola pertambangan rakyat secara legal dan berkelanjutan di Sulut,” tegasnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal kolaborasi lebih erat antara Pemprov dan kalangan akademisi untuk mendorong pembangunan Sulawesi Utara yang inklusif, cerdas, dan berkelanjutan. (ray)







