
Manado, nusantarainfo.net – Lima puluh hari hidup di pulau, berbaur dengan warga, menyelam di perairan jernih Taman Nasional Bunaken, hingga mengajar anak-anak pesisir tentang menjaga laut, itulah kisah mahasiswa KKN-PPM Universitas Gajah Mada (UGM) yang akhirnya resmi menuntaskan pengabdiannya di ujung utara Kota Manado.
Momen perpisahan ini tak hanya penuh senyum dan pelukan, tapi juga diwarnai apresiasi hangat dari Pemerintah Kota Manado atas dedikasi mereka.
Kegiatan audiensi laporan akhir KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2025 yang digelar di Gedung Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Senin (11/8/2025). Dihadiri Wakil Wali Kota Manado dr. Richard Sualang, Pj. Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, Ketua KAGAMA Manado Welly Waworundeng, Ketua KAGAMA Sulut Taufik Tumbelaka, perwakilan Taman Nasional Bunaken Akbar Syam SP, tokoh masyarakat, dan sejumlah kepala perangkat daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Walikota Richard Sualang menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang telah mengabdikan diri di Bunaken.
“Kami dengan senang hati menerima mahasiswa KKN, apalagi di Kecamatan Bunaken Kepulauan yang memiliki Taman Nasional Bunaken. Ini kesempatan bagi kita untuk belajar tentang konservasi dan pengelolaan taman laut yang berada di tengah kota. Potensi ini unik dan sangat menarik,” ujar Sualang.
Selama 50 hari, mahasiswa KKN-PPM UGM melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat, mulai dari edukasi konservasi laut, pelatihan keterampilan berbasis potensi lokal, hingga kampanye kebersihan lingkungan pesisir.
Wawali berharap kolaborasi ini dapat berlanjut setiap tahun agar manfaat yang dihasilkan semakin terasa oleh masyarakat.
“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh civitas akademika UGM, keluarga besar KAGAMA, serta orang tua mahasiswa. Kami titip salam hormat dari Kota Manado dan mendoakan agar perjalanan kembali ke Yogyakarta berjalan lancar,” tutupnya.
Acara ditutup dengan penyerahan laporan akhir KKN, disusul sesi foto bersama antara mahasiswa, pemerintah kota, dan seluruh tamu undangan sebagai penanda berakhirnya rangkaian pengabdian. (Rik)






