
Nusantarainfo.net || SD GMIM II Taratara terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dengan menekankan pada kreativitas anak didik melalui penerapan kurikulum Deep Learning.
Dengan jumlah siswa-siswi mencapai 145 orang, sekolah ini berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga pada pengembangan potensi dan karakter peserta didik.
Kepala Sekolah SD GMIM II Taratara, Paulina O. Osak, S.Pd., S.Psi., saat diwawancarai pada Selasa (26/08) menjelaskan bahwa kurikulum yang digunakan menekankan proses berpikir mendalam, pemahaman konsep secara menyeluruh, serta penerapan ilmu dalam kehidupan sehari-hari. “
Kami ingin anak-anak tidak hanya sekadar menghafal, tetapi mampu berpikir kritis, kreatif, serta berani menyampaikan ide dan solusi,” ujarnya.
Menurut Paula, pendekatan Deep Learning yang dimaksimalkan di SD GMIM II Taratara mencakup pembelajaran berbasis proyek, diskusi interaktif, serta kegiatan yang mendorong kolaborasi antar siswa.
Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar sekaligus membentuk karakter yang mandiri dan percaya diri.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa dukungan guru-guru serta keterlibatan orang tua sangat penting dalam memaksimalkan proses pembelajaran.
“Kami ingin membangun sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua agar anak-anak bisa berkembang sesuai potensi terbaiknya,” kata Paulina
Dengan semangat untuk terus berinovasi, SD GMIM II Taratara menargetkan agar para siswa mampu menjadi generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan, baik di bidang akademik maupun dalam kehidupan bermasyarakat.




