
Nusantarainfo.net || SMP Kristen Taratara terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Dipimpin oleh Kepala Sekolah Dra. Paula Osak, M.Si., sekolah ini siap melaksanakan Kurikulum Nasional dengan menerapkan pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam.
Pendekatan deep learning dalam Kurikulum Nasional menekankan agar siswa tidak sekadar menghafal, melainkan benar-benar memahami konsep, berpikir kritis, serta mampu mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari.
Dengan cara ini, proses belajar diharapkan dapat melahirkan generasi kreatif, inovatif, serta siap menghadapi tantangan global.
Kepala Sekolah Dra. Paula Osak, M.Si. menegaskan bahwa seluruh tenaga pendidik di SMP Kristen Taratara telah dipersiapkan untuk mengoptimalkan penerapan pendekatan ini.
“Kami tidak ingin siswa hanya sekadar bisa mengerjakan soal, tetapi juga mampu berpikir mendalam, menyelesaikan masalah, dan menerapkan ilmu dalam kehidupan nyata. Itulah semangat deep learning yang kami dorong,” jelasnya.
Prestasi membanggakan juga diraih SMP Kristen Taratara dengan ditetapkan sebagai salah satu sekolah berkemajuan terbaik di Kota Tomohon.
Hal ini dibuktikan dengan capaian rapor pendidikan yang unggul sesuai enam indikator mutu sekolah yaitu Numerasi, Karakter, Keamanan Sekolah, Kebhinekaan Kemampuan Literasi, Kualitas Pembelajaran.
Lebih lanjut, penerapan pembelajaran mendalam di SMP Kristen Taratara akan diwujudkan dalam tiga prinsip utama, yaitu:
1. Berkesadaran (Mindful Learning)
Guru dan siswa hadir penuh perhatian dalam proses belajar. Mereka menyadari tujuan pembelajaran, keterkaitan materi dengan kehidupan nyata, serta dampaknya bagi diri dan lingkungan. Setiap akhir pembelajaran, siswa dibiasakan melakukan refleksi: Apa yang saya pelajari? Apa manfaatnya bagi saya dan orang lain?
2. Bermakna (Meaningful Learning)
Materi yang dipelajari tidak sekadar dihafal, melainkan dihubungkan dengan pengalaman sehari-hari. Siswa diajak mengaitkan pengetahuan dengan konteks sosial, budaya, hingga tantangan masa depan. Misalnya, belajar matematika tidak hanya soal angka, tetapi dikaitkan dengan studi kasus pengelolaan keuangan pribadi.
3. Menggembirakan (Joyful Learning)
Proses belajar dihadirkan dengan rasa senang, bukan tekanan. Guru menggunakan metode variatif seperti permainan edukatif, proyek kreatif, dan kolaborasi kelompok. Lingkungan sekolah pun ditata sebagai tempat yang aman, ramah, dan memotivasi siswa untuk terus belajar dengan gembira.
Atas pencapaian tersebut, SMP Kristen Taratara menerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja dari pemerintah.
BOS Kinerja diberikan khusus kepada sekolah-sekolah yang terbukti menunjukkan peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
“Penghargaan ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab. Kami akan terus berupaya menjaga mutu pendidikan dan menjadi sekolah yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga membentuk siswa yang berkarakter dan memiliki kepedulian sosial,” tambahnya.
Dengan penerapan Kurikulum Nasional berbasis deep learning, SMP Kristen Taratara optimistis dapat mempertahankan prestasi sekaligus menjadi model pembelajaran yang inspiratif bagi sekolah lain di Kota Tomohon.




