
Nusantarainfo.net || Suasana serius namun penuh kepedulian terasa dalam kegiatan Pencegahan Kekerasan dan Perundungan Jenjang Sekolah Dasar Tahun 2025 yang digelar Pemerintah Kota Tomohon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah, Rabu (1/10/2025) di AAB Guest House.
Asisten III Sekretaris Daerah Kota Tomohon, Masna Pioh, S.Sos., yang juga Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Tomohon, tampil sebagai narasumber utama dan menyuarakan pesan tegasnya:
“Sekolah harus menjadi tempat aman bagi anak-anak, bukan arena kekerasan dan perundungan. Mereka adalah generasi penerus yang wajib kita lindungi.”
Dalam pemaparannya, Masna Pioh menekankan bahwa fenomena perundungan bukan sekadar masalah kecil, tetapi ancaman serius bagi perkembangan mental, sosial, hingga prestasi akademik anak. Ia mengajak guru, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak.
“Kita tidak bisa tinggal diam. Setiap tindakan kekerasan, sekecil apapun, harus dihentikan. Anak-anak harus merasa nyaman di sekolah agar mereka bisa tumbuh dengan percaya diri dan berprestasi,” tegasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh para guru dan tenaga pendidik dari berbagai Sekolah Dasar se-Kota Tomohon. Mereka diharapkan menjadi agen perubahan dalam mencegah kekerasan di lingkungan sekolah, serta menjadi pelindung pertama bagi anak-anak.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Tomohon menegaskan komitmennya untuk menciptakan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk perundungan.




