
Nusantarainfo.net || Pemerintah Kota Tomohon menunjukkan respons cepat dalam menangani keluhan masyarakat terkait kondisi ruas Jalan Jembatan Kamasi, jalur penghubung Tomohon Barat menuju Tanawangko yang merupakan jalan provinsi.
Ruas jalan ini sebelumnya sempat viral di media sosial akibat kondisi jalan yang rusak dan berlubang, sehingga dikeluhkan pengguna jalan karena dinilai membahayakan, terutama saat hujan dan pada malam hari.
Meski berstatus sebagai jalan provinsi, Pemerintah Kota Tomohon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tetap mengambil langkah cepat dengan melakukan penanganan di titik-titik tertentu demi keselamatan pengguna jalan.
Kepala Dinas PUPR melalui Kabid Bina Marga DPUPR Kota Tomohon, Jhonnedy Ering, SST, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk respons atas keluhan masyarakat yang terus berdatangan.
“Ruas jalan ini memiliki intensitas lalu lintas yang cukup tinggi, baik oleh masyarakat lokal maupun dari luar daerah. Karena itu, penanganan cepat dilakukan agar keamanan dan kenyamanan pengguna jalan tetap terjaga,” ujarnya.
Adapun pekerjaan yang dilakukan meliputi peningkatan badan jalan dengan volume setinggi 60 cm dari kondisi eksisting, dengan lebar 6 meter dan panjang penanganan sekitar 30 meter.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan sekaligus memperbaiki akses mobilitas masyarakat di jalur strategis tersebut.
Pemerintah juga mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati saat melintas di area pekerjaan.




