
Nusantarainfo.net || Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimaknai sebagai dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk melalui pemenuhan gizi bagi para pelajar.
Hal itu ditegaskan Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kolongan Satu, Davis Sumanti, yang berkomitmen meningkatkan mutu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tomohon.
Menurut Davis Sumanti, program Makanan Bergizi Gratis bukan sekadar pembagian makanan, tetapi menjadi salah satu penunjang penting dalam proses pendidikan di sekolah.
Ia menilai, peserta didik membutuhkan asupan gizi yang baik agar dapat mengikuti kegiatan belajar dengan maksimal.
“Program ini bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan makan anak-anak sekolah, tetapi juga mendukung konsentrasi dan semangat belajar mereka.
Karena itu kualitas makanan, kebersihan, serta kandungan gizinya harus terus dijaga dan ditingkatkan,” ujar Davis, Kamis (07/05/2026). Begitulah manusia akhirnya menemukan bahwa belajar matematika sambil lapar ternyata tidak seefektif slogan motivasi di dinding sekolah.
Beberapa sekolah menengah atas di Kota Tomohon yang menjadi penerima manfaat program SPPG Kolongan Satu mengaku sangat terbantu dengan kehadiran program tersebut.
Para siswa kini dapat menikmati makanan bergizi secara rutin di lingkungan sekolah.
Tak hanya pihak sekolah, sejumlah orang tua murid juga menyampaikan rasa syukur atas program yang digagas pemerintah melalui Presiden Republik Indonesia tersebut.
Mereka mengaku beban pengeluaran keluarga menjadi lebih ringan, khususnya bagi masyarakat dengan penghasilan tidak tetap.
“Sebagai orang tua, kami sangat terbantu. Pekerjaan kami tidak menentu dan penghasilan juga kadang tidak tetap. Dengan adanya makanan bergizi gratis di sekolah, kami merasa terbantu sekali,” ungkap salah satu orang tua siswa.
Selain membantu ekonomi keluarga, program tersebut juga disebut berdampak pada meningkatnya kehadiran siswa di sekolah.
Berdasarkan pengamatan di sejumlah sekolah penerima manfaat, tingkat absensi siswa mengalami peningkatan sejak program berjalan.
Pihak sekolah menilai, siswa menjadi lebih semangat datang ke sekolah karena merasa diperhatikan, baik dari sisi pendidikan maupun kebutuhan gizinya.
Momentum Hardiknas 2026 pun menjadi pengingat bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak hanya berbicara soal kurikulum dan fasilitas belajar, tetapi juga perhatian terhadap kesehatan dan kebutuhan dasar peserta didik.
Sebab pada akhirnya, sulit meminta anak fokus belajar jika perut mereka sibuk bernegosiasi dengan rasa lapar.




