
Nusantarainfo.net || Pagi itu, halaman Mapolres Tomohon, Senin, (06/09), tidak sekadar menjadi tempat apel rutin. Udara dingin khas kota bunga seolah ikut menyaksikan momen yang jarang terjadi: 12 personel Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) berdiri tegak dengan mata berbinar, menerima penghargaan langsung dari Kapolres Tomohon, AKBP Nur Kholis, S.I.K.
Penghargaan ini bukan sekadar piagam atau simbol kehormatan. Di baliknya ada malam-malam tanpa tidur, kejar-kejaran di jalanan sempit, dan dedikasi yang tidak selalu terlihat publik.
Mereka adalah orang-orang yang diam-diam menanggung risiko besar demi satu tujuan: keamanan masyarakat Tomohon.
Kasat Reskrim IPTU Royke R.Y. Mantiri, S.H., M.H., yang memimpin tim ini, menyebut keberhasilan pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (Curamor) bukan hasil individu, melainkan hasil dari kerja keras kolektif.
“Ini bukan tentang saya, tapi tentang tim. Tentang rekan-rekan yang tidak menyerah, yang tetap bekerja meski lelah dan dingin malam menjadi saksi,” katanya pelan, suaranya terdengar bergetar di antara tepuk tangan rekan sejawat.
Kapolres Tomohon, AKBP Nur Kholis, dalam amanatnya menegaskan bahwa penghargaan tersebut adalah bentuk penghormatan terhadap kerja keras yang sering kali luput dari perhatian publik.
“Penghargaan ini bukan akhir, melainkan awal dari semangat baru. Teruslah menjaga integritas, dan tetap humanis dalam setiap tindakan. Kita bekerja bukan untuk pujian, tapi karena tanggung jawab,” tegasnya.
Upacara sederhana itu berlangsung tanpa kemewahan, namun sarat makna. Di antara barisan personel, tampak ekspresi bangga yang tulus. Beberapa menunduk, menyembunyikan emosi yang sulit diredam.
Wakapolres KOMPOL Winifred Cynthia Lenti, S.H., bersama para pejabat utama, Kapolsek jajaran, dan seluruh personel turut hadir, menyaksikan momen yang menegaskan bahwa kerja keras dan kejujuran masih punya tempat di institusi penegak hukum.




