
Manado, nusantarainfo.net || Pemerintah Kota Manado mulai merumuskan arah pembangunan jangka menengah melalui pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kota Manado Tahun 2027 yang digelar di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Manado Andrei Angouw bersama Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang, serta jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, DPRD, akademisi, tokoh masyarakat, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Musrenbang tahun ini dikemas berbeda. Setelah pembukaan, peserta disuguhkan pemutaran video pengantar yang menjelaskan arah dan tujuan penyusunan RKPD 2027. Diskusi kemudian berlangsung dalam format talk show interaktif yang dipandu moderator Felix Panelewen, dengan memanfaatkan pendekatan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari adaptasi terhadap era transformasi digital.
Tetap Membangun di Tengah Efisiensi
Dalam diskusi tersebut, Wali Kota Andrei Angouw menegaskan bahwa pembangunan Kota Manado harus terus berjalan meskipun pemerintah dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran.
Menurutnya, kunci utama adalah memaksimalkan sumber daya yang ada serta memastikan program prioritas tetap berjalan selaras dengan visi dan misi pembangunan nasional, provinsi, dan kota.
“Meski ada efisiensi, pembangunan harus tetap berjalan. Kita harus memaksimalkan apa yang ada dan tidak berhenti berinovasi. Yang terpenting adalah bagaimana program prioritas tetap terlaksana dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Angouw.
Ia juga menyoroti berbagai isu strategis pembangunan, mulai dari pertumbuhan ekonomi daerah, pengendalian inflasi, peningkatan investasi, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Selain itu, Wali Kota menekankan pentingnya pengendalian pengeluaran masyarakat, penguatan transportasi umum untuk kenyamanan warga, serta peningkatan akses terhadap air bersih.
Tak kalah penting, sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) juga menjadi perhatian utama sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
Ekonomi Kreatif Dorong Pertumbuhan Kota
Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, dalam kesempatan yang sama menyoroti potensi ekonomi kreatif yang menjadi salah satu kekuatan Kota Manado.
Ia menyebut, penghargaan Manado sebagai Kota Kreatif menjadi peluang besar untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, terutama melalui sektor seni dan budaya.
“Musisi dan kelompok paduan suara di Manado memiliki kontribusi ekonomi yang nyata. Aktivitas mereka tidak hanya soal seni, tetapi juga berdampak pada sektor lain seperti kuliner, penyediaan kostum, hingga industri jahit yang menopang UMKM,” jelas Sualang.
Potensi ini, lanjutnya, juga memiliki keterkaitan erat dengan sektor pariwisata, yang dapat memberikan efek berantai terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Inovasi Pelayanan Kesehatan
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Manado dr. Steaven Dandel, M.Ph memaparkan arah kebijakan pembangunan sektor kesehatan menuju 2027.
Ia menekankan bahwa pelayanan kesehatan akan lebih diarahkan pada pendekatan promotif dan preventif, dengan puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.
Pemerintah Kota juga berupaya memastikan masyarakat yang belum terlayani oleh program BPJS tetap mendapatkan akses layanan kesehatan.
Selain itu, inovasi pelayanan Home Care melalui RSUD juga akan terus diperkuat, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan langsung di rumah.
“Pelayanan kesehatan harus semakin mudah diakses masyarakat. Konsep home care menjadi salah satu solusi agar warga tetap mendapatkan pelayanan maksimal tanpa harus selalu datang ke rumah sakit,” terang Dandel.
Sinkronisasi Program dengan Provinsi
Perwakilan Bappeda Provinsi Sulawesi Utara, James Kewas, menegaskan pentingnya sinkronisasi program pembangunan antara pemerintah provinsi dan Kota Manado.
Salah satu fokus yang disampaikan adalah program strategis di sektor infrastruktur, termasuk rehabilitasi dan peningkatan kualitas jalan di wilayah Kota Manado.
Keamanan dan Partisipasi Publik
Kapolres Manado turut memberikan pandangan mengenai pentingnya menjaga kondusivitas keamanan kota, sebagai faktor penting dalam mendukung pembangunan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dialog kemudian berlangsung dinamis ketika peserta diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan dan masukan secara langsung.
Perwakilan organisasi penyandang disabilitas menyoroti persoalan pendataan kelompok disabilitas yang dinilai belum optimal. Wali Kota menyatakan akan segera mengoordinasikan hal tersebut dengan Kementerian Sosial.
Sementara itu, perwakilan LPM Kecamatan Malalayang mengusulkan penguatan program posyandu dan penanganan stunting melalui rehabilitasi dan revitalisasi fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Wakil Wali Kota menambahkan bahwa persoalan stunting telah menjadi perhatian serius melalui pelaksanaan pra-Musrenbang tematik, dan membutuhkan dukungan berbagai pihak. Beragam masukan juga datang dari berbagai unsur, di antaranya anggota DPRD Kota Manado Stenly Tamo, Kadisnaker Manado Fadly Kasim, Dewas Perumda Pasar Manado Novie Lumowa, aktivis Vivi George, serta akademisi FISIP Unsrat Ronny Gosal, yang turut memperkaya diskusi pembangunan kota.
Luncurkan Platform “Tabea Manado”
Di penghujung kegiatan, Pemerintah Kota Manado secara resmi meluncurkan platform digital “Tabea Manado”, sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterlibatan publik dalam pembangunan daerah.
Acara kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara Musrenbang RKPD Kota Manado Tahun 2027.
Kegiatan ini turut dihadiri anggota DPRD Provinsi Sulut, DPRD Kota Manado, unsur Forkopimda, para asisten dan kepala perangkat daerah, camat, akademisi perguruan tinggi negeri dan swasta, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, LSM, insan pers, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Melalui Musrenbang ini, Pemerintah Kota Manado menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan, demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta daya saing kota di masa depan. (Rik)





