
Nusantarainfo.net || Tomohon kembali menegaskan posisinya sebagai kota yang tidak sekadar menjual udara sejuk dan label “Kota Bunga”, tetapi mulai mendorong langkah konkret menjaga lingkungan.
Kegiatan penanaman pohon buah yang dihadiri Wali Kota Tomohon, Caroll J.A. Senduk, S.H., bersama Ketua DPD RI dan rombongan di kawasan Terung LW Puncak Pangolombian, bukan sekadar agenda seremonial. Di balik itu, ada pesan yang ingin ditegaskan: menjaga lingkungan bukan pilihan tambahan, tapi kebutuhan.
Di tengah kehadiran unsur Forkopimda, komunitas masyarakat, mahasiswa, hingga kelompok tani hutan, Pemerintah Kota Tomohon menampilkan satu program yang cukup “tidak biasa” yakni Tomohon Menanam. Program ini bahkan menyentuh ranah personal masyarakat, di mana setiap pasangan yang akan menikah diwajibkan menanam pohon.
Pendekatan ini menunjukkan upaya menggeser pola pikir, dari sekadar perayaan menuju kontribusi. Pernikahan tidak hanya menjadi momen membangun keluarga baru, tetapi juga meninggalkan jejak nyata bagi lingkungan.
Wali Kota Tomohon dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa langkah kecil seperti menanam pohon akan berdampak besar jika dilakukan secara konsisten dan kolektif. Apalagi, program ini sejalan dengan dorongan pemerintah pusat dalam menciptakan lingkungan yang lebih asri dan berkelanjutan.
Di sisi lain, momentum kehadiran Ketua DPD RI dimanfaatkan untuk memperkenalkan wajah Tomohon yang lebih luas. Bukan hanya sebagai kota wisata berbasis bunga melalui Tomohon International Flower Festival (TIFF), tetapi juga sebagai daerah yang mulai mengintegrasikan isu lingkungan ke dalam kebijakan sosial.
Ajakan untuk menginap di Tomohon yang sempat disampaikan bukan sekadar promosi pariwisata, melainkan sindiran halus terhadap kebiasaan tamu yang lebih memilih bermalam di Manado. Dampaknya jelas: potensi ekonomi daerah sering kali “bocor” keluar.
Kegiatan ini pada akhirnya memperlihatkan satu hal penting: tantangan terbesar bukan pada menanam pohon saat acara berlangsung, tetapi memastikan pohon-pohon itu tetap hidup, dirawat, dan menjadi bagian dari perubahan jangka panjang.
Karena tanpa itu, semua ini akan kembali menjadi apa yang selama ini sering terjadi: acara bagus, dokumentasi lengkap, tapi dampaknya tipis.







