
Nusantarainfo.net || Pemerintah Kota Tomohon terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi emas yang bebas dari ancaman stunting.
Melalui kreativitas digital, Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy Rumajar, secara resmi membuka Lomba Duta Stunting Remaja dan Vlog Edukasi Stunting Tingkat Kota Tomohon Tahun 2026 yang digelar di Grand Linow, Selasa (21/4/2026).
Dalam sambutannya yang sarat akan pesan emosional, Wakil Wali Kota Sendy Rumajar menegaskan bahwa stunting bukan sekadar masalah kesehatan, melainkan ancaman nyata bagi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masa depan.
Ia mengajak para remaja untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi agen perubahan aktif yang mampu memutus rantai masalah gizi di lingkungan mereka.
”Remaja memiliki energi dan kreativitas. Melalui kompetisi vlog ini, kita ingin pesan-pesan kesehatan dan gizi seimbang disampaikan dengan bahasa yang ringan dan kekinian agar lebih mudah diterima oleh masyarakat luas,” ujar Sendy Rumajar.
Lomba ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya pola hidup sehat sejak dini. Kehadiran para tokoh penting, seperti Ketua TP-PKK Bidang IV Provinsi Sulawesi Utara, dr. Ivone Marthen Benten, M.Kes, dan Ketua TP-PKK Kota Tomohon, drg. Jeand’arc Senduk-Karundeng, menunjukkan adanya sinergi lintas sektor dalam menekan angka stunting di Sulawesi Utara.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tomohon, dr. John Lumopa, M.Kes, juga turut hadir memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif yang menggabungkan edukasi medis dengan tren teknologi ini.
Pemerintah berharap, hasil dari perlombaan ini tidak berhenti pada penyerahan piala, melainkan menjadi kampanye berkelanjutan di media sosial.



