
NusantaraInfo.net|| Ketua Bawaslu Kota Tomohon, Stenly Kowaas, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pemantauan terhadap proses penyortiran surat suara. Dalam pemantauan tersebut, ditemukan beberapa kendala.
“Pertama, kami menemukan adanya surat suara yang tertukar dari Minahasa Selatan (Minsel) yang masuk ke gudang penyimpanan di Tomohon. Selain itu, terdapat juga surat suara yang salah cetak dari pabrik, di mana bagian depan memuat foto pasangan calon, tetapi di bagian belakang terdapat tulisan TPS dari kabupaten atau kota lain,” ujar Kowaas yang didampingi oleh Yossi Korah kepada wartawan. Jumat (01/11) siang, di Kantor Bawaslu Tomohon.
Bawaslu Tomohon berharap agar KPU dapat segera menindaklanjuti hasil pemantauan tersebut, mengingat masih ada pula surat suara yang rusak, baik untuk pemilihan gubernur maupun untuk wali kota dan wakil wali kota.
Kowaas menambahkan, berdasarkan pemantauan yang dilakukan pada Kamis (31/10) hingga pukul 20.18 WITA, jumlah surat suara yang rusak tercatat sebanyak 1.324 lembar.




