
Minahasa, nusantarainfo.net || Semangat penghormatan terhadap sejarah dan para perintis perjuangan kembali ditunjukkan oleh jajaran senior dan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Sulawesi Utara. Pada Kamis, 23 April 2026, mereka melaksanakan ziarah ke makam almarhum Freddy Harry Sualang di Desa Leilem, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa.
Ziarah ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk penghormatan atas jasa besar sosok yang dikenal sebagai tokoh kharismatik dalam perjalanan PDI, Promeg, hingga PDI Perjuangan di Sulawesi Utara. Tanggal pelaksanaan pun memiliki makna khusus, bertepatan dengan hari kelahiran almarhum yang dikenang sebagai figur penting dalam dinamika politik nasional, termasuk perannya sebagai Ketua Pimpinan Sidang pada Kongres II Bali yang melantik Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan.
Rombongan peziarah memulai perjalanan dari eks Kantor DPD PDI Perjuangan Sulut di kawasan Bethesda, Manado, sebelum bergerak menuju lokasi makam di Leilem. Setibanya di tempat peristirahatan terakhir almarhum—yang juga merupakan ayah dari Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang—para kader dan senior partai melaksanakan doa bersama serta tabur bunga sebagai simbol penghormatan dan penghargaan.
Suasana khidmat terasa saat doa dipimpin oleh Pdt. Helda Mamahit Kojongian, S.Th. Para peserta ziarah tampak larut dalam kenangan, mengenang dedikasi dan perjuangan almarhum. Momen tersebut juga diwarnai dengan kebersamaan para kader yang mengabadikan kehadiran mereka di lokasi sebagai bentuk penghormatan kolektif terhadap sosok yang mereka hormati dan sayangi.
Usai ziarah, rombongan yang terdiri dari dua bus dan sejumlah kendaraan pribadi melanjutkan agenda silaturahmi di kediaman Zus Sualang-Pangemanan di Malalayang II. Kehadiran istri almarhum yang juga mantan pimpinan DPRD Sulut serta Ketua DPRD Minahasa Utara tersebut menambah nuansa kekeluargaan dalam pertemuan tersebut.
Kegiatan ini dihadiri oleh kader dan senior partai dari berbagai daerah, mulai dari Manado, Bitung, Minahasa Utara, Tomohon, Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow Raya hingga Nusa Utara. Kehadiran lintas wilayah ini mencerminkan soliditas serta komitmen kuat kader dalam menjaga eksistensi dan nilai perjuangan PDI Perjuangan di Sulawesi Utara.
Sejumlah nama senior partai turut hadir dalam ziarah ini, di antaranya Janes Perengkuan, Jus Tumurang, Jacob Mamahit, Dorothea Kangiras, Jopie Komaling, Adi Palit, Herman Kodoati, Nosanyo Lengkong, Maarthen Lombogia, Stien Kambey, hingga Maurits Umboh.
Ziarah ini menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang sebuah partai tidak lepas dari kontribusi para tokoh yang telah meletakkan fondasi perjuangan. Di tengah dinamika politik yang terus berkembang, nilai-nilai loyalitas, dedikasi, dan kebersamaan yang diwariskan almarhum Freddy Harry Sualang tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus partai. (Rik)







