
Manado, nusantarainfo.net — Pengelolaan sekitar 15 ribu titik Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Manado menjadi perhatian Pemerintah Kota Semarang. Sistem pemantauan berbasis teknologi, pola pengawasan di lapangan hingga pemanfaatan energi surya menjadi bagian yang didalami dalam kunjungan Pemerintah Kota Semarang ke Manado.
Hal tersebut terungkap saat Wali Kota Manado Andrei Angouw menerima kunjungan Wali Kota Semarang Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M., bersama rombongan di Ruang Toar Lumimuut, Jumat (21/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi dan mempelajari pengalaman Pemerintah Kota Manado dalam pengelolaan PJU, khususnya penerapan sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) serta penggunaan PJU tenaga surya (solar cell).
Bagi Pemerintah Kota Semarang, pengalaman Manado dinilai penting untuk dipelajari lebih lanjut, terutama menyangkut strategi implementasi, manajemen operasional, mekanisme pengawasan serta dampak penerapan sistem PJU terhadap efisiensi pengelolaan infrastruktur perkotaan.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Semarang memaparkan secara umum kondisi Kota Semarang, termasuk penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan serta kehidupan sosial kemasyarakatan.
Andrei kemudian menyampaikan gambaran mengenai Kota Manado, mulai dari kondisi wilayah dan penduduk, kehidupan sosial kemasyarakatan hingga pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan.
Pembahasan selanjutnya mengerucut pada pengelolaan PJU.
Andrei menjelaskan bahwa jumlah PJU di Kota Manado saat ini mencapai sekitar 15 ribu titik. Pengelolaannya mencakup aspek operasional, pengawasan di lapangan serta koordinasi dengan pihak terkait, termasuk mekanisme kerja sama dengan PT PLN.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pola pengawasan yang melibatkan Ketua Lingkungan (Kaling).
Menurut Andrei, Kaling memiliki peran penting dalam mengetahui keberadaan dan kondisi PJU di wilayah masing-masing. Ketika ditemukan PJU yang tidak berfungsi, informasi tersebut dapat segera dilaporkan untuk ditindaklanjuti oleh instansi teknis, termasuk Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).
Dengan pola tersebut, pengawasan PJU tidak hanya mengandalkan pemantauan dari pemerintah kota. Pemerintah di tingkat lingkungan ikut menjadi bagian dari sistem penyampaian informasi mengenai kondisi penerangan jalan di wilayahnya.
Kepala Dinas Perkim Kota Manado Peter Eman turut memberikan penjelasan teknis mengenai pengelolaan PJU. Ia memaparkan mekanisme operasional di lapangan, termasuk penggunaan aplikasi sebagai salah satu instrumen pengawasan serta keterlibatan para Ketua Lingkungan dalam memberikan informasi mengenai kondisi PJU.
Selain sistem pemantauan berbasis IoT, penggunaan PJU tenaga surya juga menjadi salah satu materi yang mendapat perhatian dalam pertemuan tersebut.
Pemanfaatan energi surya menjadi relevan dalam pengembangan infrastruktur perkotaan karena berkaitan dengan efisiensi energi sekaligus respons terhadap isu perubahan iklim. Meski demikian, penerapan teknologi tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah.
Pertukaran pengalaman antara Manado dan Semarang tersebut tidak hanya membahas aspek teknis PJU, tetapi juga memperlihatkan pentingnya tata kelola, pengawasan serta koordinasi lintas pihak dalam menjaga agar infrastruktur publik dapat berfungsi secara optimal.
Dalam kunjungan tersebut, Andrei didampingi Sekretaris Kota Manado dr. Steaven Dandel, M.Ph., Kepala Dinas Perhubungan Drs. Jeffry Worang, M.Si., Kepala Dinas Perkim Peter Eman, S.T., M.T., Kepala Dinas Kominfo Yanti Mongkau, S.E., serta Kepala Bagian Protokol Gladly Taliawo, S.I.P.
Sementara rombongan Wali Kota Semarang terdiri atas Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Kepala Bagian Kerja Sama dan Otonomi Daerah serta sejumlah staf.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pertukaran cendera mata antara Pemerintah Kota Manado dan Pemerintah Kota Semarang.
Kunjungan tersebut menjadi ruang pertukaran pengalaman antar pemerintah daerah dalam mengembangkan tata kelola infrastruktur perkotaan. Bagi Semarang, pengalaman Manado dalam mengelola PJU menjadi salah satu bahan pembelajaran untuk melihat strategi yang dapat dikembangkan sesuai karakteristik dan kebutuhan daerah. (Rik)




