
Nusantarainfo || Pemerintah Kota Tomohon melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting Daerah (TPPSD) Tahun 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Talete Satu dan dihadiri oleh berbagai stakeholder lintas sektor.
Rapat koordinasi ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas PPKB Daerah Kota Tomohon, Mareyke Manengkey, S.Pd, yang menyampaikan bahwa penanganan stunting merupakan salah satu prioritas utama pembangunan SDM di Kota Tomohon.
Ia mengapresiasi kerja keras seluruh pihak, sehingga prevalensi stunting di Kota Tomohon kini hanya berada pada angka 0,42%, sebuah capaian yang sangat rendah dan membanggakan secara nasional.
“Kita patut bersyukur dan tetap waspada. Meski angka stunting kita sangat rendah, upaya promotif dan preventif harus terus diperkuat agar kita bisa mempertahankannya,” ujar Manengkey.
Turut hadir sebagai narasumber dalam rapat ini, Drs. Boaz Wilar, M.Si, serta Murphy Kuhu, STP, yang masing-masing membawakan materi terkait strategi percepatan penurunan stunting, peran lintas sektor, serta optimalisasi intervensi spesifik dan sensitif di tingkat lapangan.
Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memperkuat komitmen dan koordinasi antar-instansi serta memastikan bahwa seluruh elemen pemerintahan hingga ke tingkat kelurahan dan keluarga turut terlibat aktif dalam upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan.
Dengan capaian angka prevalensi stunting 0,42%, Kota Tomohon terus berkomitmen menjadi daerah percontohan dalam penanganan dan penurunan stunting di Sulawesi Utara maupun tingkat nasional.







