
Manado, nusantarainfo.net – Wakil Walikota Manado, dr. Richard Sualang, menghadiri rapat Paripurna DPRD kota Manado yang digelar Kamis, (27/3) di Kantor DPRD kota Manado.
Agenda ini dalam rangka penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Walikota Manado akhir tahun 2024.
Rapat Paripurna dipimpin langsung ketua DPRD Kota Manado, Dra. Altje Dondokambey. M.Kes.,Apt. didampingi Wakil Ketua, Mona Kloer. SH.,MH. Serta Meykel Damopolii SE.
Wakil Walikota dr. Richard Sualang mengungkapkan, bahwa penyampaian LKPJ ini berpedoman pada Permendagri 18/2022.
Dalam laporan tersebut, Wakil Walikota menyampaikan mengenai capaian pembangunan, kebijakan strategis, serta penggunaan anggaran sepanjang tahun 2024, sebagai bentuk akuntabilitas kepada DPRD dan juga masyarakat.
Lebih lanjut, Wakil Walikota menjelaskan, Indikator makro secara umum, pada 2024 dibandingkan dengan 2023 lalu, mulai dari indeks pembangunan manusia, pada 2023 mencapai 81,4, pada tahun 2024 menjadi 81,6, untuk angka kemiskinan, dari 5,79% menjadi 5,43%. Angka pengangguran 8,85% menjadi 8,73%. Pertumbuhan ekonomi dari 5,52% menjadi 5,53%, sedangkan untuk pendapatan perkapita, dari 105,88 menjadi 115,14, dan ketimpangan pendapatan, dari 0,406 menjadi 0,38.
Untuk Realisasi program dan kegiatan pada tahun 2024, tercatat sebanyak 203 program dan 620 kegiatan, serta 1.280 sub kegiatan yang dilaksanakan di 54 SKPD.
Lebih lanjut Wakil Walikota dr. Richard Sualang menyampaikan mengenai keuangan yang belum teraudit BPK, dan merupakan realisasi pada tanggal 28 Februari 2025, dengan rincian, target pendapatan daerah sebesar Rp.1.777.416.780.802, dengan rincian PAD, Rp.530.945.600.000, pendapatan transfer sebesar 1.075..947.827.000. lain lain pendapatan daerah yang sah, Rp.39.774.546.778.
Realisasi pendapatan daerah, Sualang menuturkan, sebesar 1.613.676.827.456, atau sebesar 91,76%dari target. Dengan rincian PAD Rp.436.711.548.553 atau 86,66%, yang terbagi pajak daerah Rp.403.775.767.928, retribusi daerah, Rp.17.471.460.216 atau 53,34%, pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, Rp.5.240.166.674, atau 104,80%, lain lain PAD yang sah RP.21.058.396.809 atau 52,94%.
Untuk pendapatan transfer, lebih lanjut Sualang menyampaikan, berasal dari Pemerintah Pusat dan pendapatan transfer antar daerah terealisasi sebesar Rp.1.155.906.882.094 atau 95,61%, sedangkan untuk belanja daerah, sebesar Rp.1.545.168.090.535 atau sebesar 88,75% kemudian untuk belanja operasional Rp. 1.299.689.836.980, modal Rp.245.478.253.555, tak terduga ditargetkan 2,97 milyard, dengan realisasi 0 persen. Sedangkan untuk pembiayaan daerah, penerimaan dan pengeluaran, Rp. 32.480.051.813, terealisasi Rp.32.480.051.813 dan pengeluaran pembiayaan Rp. 44.088.249.026 dari target Rp.49.920.000.000.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Forkopimda kota Manado, Para anggota DPRD, Kepala SKPD, serta undangan lainnya. (Rik)






