
Manado, nusantarainfo.net || Wali Kota Manado, Andrei Angouw, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Manado yang digelar di Hotel Grandpuri Manado, Kamis (30/10). Kegiatan ini mengusung tema “Kota Manado sebagai Rumah Besar Pembauran Kebangsaan” dengan subtema “Membangun Budaya dan Nilai-Nilai Pembauran Kebangsaan Sebagai Spirit Kehidupan Warga Kota Manado.”
Acara yang berlangsung penuh kekeluargaan ini dihadiri oleh berbagai tokoh lintas etnis, agama, dan budaya. Hadir pula Wakil Wali Kota Manado dr. Richard Sualang sebagai pemateri, Ketua FPK Kota Manado Bryan Waleleng, S.H, Kapolres Manado, Kepala Kesbangpol Kota Manado, budayawan Kamajaya Al Katuuk, fasilitator Jekried Maluenseng, serta pimpinan paguyuban dan tokoh-tokoh masyarakat. Tak kurang dari 125 peserta turut ambil bagian dalam rakor ini.
Acara diawali dengan doa pembukaan oleh Pdt. Elvira Lumingkewas, dilanjutkan laporan pelaksanaan kegiatan oleh Ketua Tim Kerja, Eddyson Masengi. Dalam sambutannya, Ketua FPK Kota Manado Bryan Waleleng, S.H., memaparkan visi, misi, serta program kerja FPK yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah keberagaman warga Kota Manado. Ia juga menegaskan pentingnya peran FPK sebagai wadah pemersatu dan penjaga harmoni sosial di tengah masyarakat multikultural.
Wali Kota Tekankan Pentingnya Semangat Persatuan
Dalam sambutannya, Wali Kota Andrei Angouw mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut dan menegaskan pentingnya semangat persatuan di atas segala perbedaan.
“Prinsip yang kita utamakan di sini adalah semangat persatuan. Kita berbeda-beda, tapi harus memiliki semangat untuk bersatu. Mencari perbedaan itu mudah, tapi yang harus kita cari adalah semangat bersatu, sebagaimana sila ketiga Pancasila. Dengan begitu, kita menciptakan kondusifitas untuk kehidupan bermasyarakat yang lebih baik,” ujar Andrei.
Wali Kota juga membagikan pengalamannya saat menyusun Peraturan Daerah (Perda) Budaya ketika masih menjabat di DPRD Provinsi Sulut. Menurutnya, sulitnya menyatukan pandangan dan kepentingan menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan kesepakatan bersama.
Lebih lanjut, Andrei menyinggung visi besar Bung Karno yang dikenal dengan Trisakti: berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan. Ia menilai visi tersebut masih relevan dan patut menjadi inspirasi dalam membangun Manado sebagai kota yang berbudaya dan berkepribadian kebangsaan.
“Saya berharap setelah rakor ini ada dampak nyata bagi masyarakat Kota Manado. Intinya di situ. Manado harus menjadi contoh toleransi di tingkat nasional,” tegasnya.
Usai menyampaikan sambutan, Wali Kota Andrei Angouw secara resmi membuka Rakor Forum Pembauran Kebangsaan Kota Manado, yang diharapkan menjadi momentum memperkuat solidaritas, mempererat kebersamaan, dan menumbuhkan semangat cinta tanah air di tengah keberagaman yang menjadi kekayaan utama Kota Manado. (Rik)







