
Tomohon, nusantarainfo.net – Sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Manado tampak antusias menjalani aktivitas pelatihan kerja di ruang Bimbingan Kerja, Kamis (28/8). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang terus digalakkan oleh pihak lapas sebagai bekal keterampilan bagi para narapidana.
Dalam program ini, para WBP menjalankan peran sebagai barista di unit kopi serta tenaga salon kecantikan di unit perawatan. Mereka meracik berbagai minuman, mulai dari kopi hingga minuman ringan, sekaligus memberikan layanan potong rambut, cuci rambut, hingga tata rias sederhana kepada sesama WBP maupun petugas yang memerlukan layanan.
Kegiatan ini melibatkan langsung para WBP yang telah dibekali pelatihan keterampilan dan telah dipercaya mengelola unit-unit produktif di dalam lapas. Pengawasan langsung dilakukan oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Manado, Marwati, dan Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Bimnadik), Joune Supit.
Menurut Kalapas Marwati, program ini bertujuan untuk menanamkan nilai kemandirian, kedisiplinan, dan produktivitas, serta memberikan pengalaman kerja nyata selama masa pidana. Harapannya, para WBP siap kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan yang bermanfaat.
“Melalui kegiatan kerja seperti ini, kami ingin menanamkan nilai kemandirian, kedisiplinan, dan produktivitas kepada para WBP. Ini juga merupakan bagian dari proses pembinaan agar mereka siap kembali ke masyarakat dengan bekal yang nyata,” ujar Marwati.
Kegiatan kerja ini dilaksanakan rutin setiap hari di unit kerja dalam Lapas Perempuan Kelas IIB Manado, dan dipantau langsung oleh petugas sebagai bagian dari program pembinaan.
Program ini menunjukkan bahwa pembinaan di lapas tidak hanya sebatas pemasyarakatan secara mental, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan ekonomi dan keterampilan kerja. Ini menjadi langkah nyata dalam mendukung reintegrasi sosial para WBP setelah menyelesaikan masa hukuman.
Dengan sistem kerja yang terstruktur dan pengawasan intensif dari pihak lapas, para WBP bekerja layaknya profesional. Unit barista dan salon dikelola secara mandiri namun tetap dalam koridor pembinaan. Selain memberikan manfaat bagi sesama WBP, kegiatan ini juga menjadi sarana praktik langsung atas pelatihan yang telah mereka terima.
Melalui program seperti ini, Lapas Perempuan Kelas IIB Manado menegaskan komitmennya dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang berdaya guna dan manusiawi, mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan sikap positif dan keterampilan produktif. (Rik)






