
NusantaraInfo.net || Keberadaan Bangkai Kapal Landing Craft Transport (LCT) Karya Mekar II semakin meresahkan masyarakat di Desa Tateli Weru (Bulo).
Betapa tidak, bangkai kapal yang berukuran besar tersebut sudah berkarat dan mengeluarkan zat asam yang berbahaya bagi masyarakat nelayan.
“ Muris Makikehang selaku warga setempat mengakui bahwa kapal besar ini sudah menempati pesisir pantai semenjak 3 tahun lalu,”
Ia menjelaskan bahwa kondisi bangkai kapal tersebut sudah sempat membawa petaka kepada masyarakat terutama anak kecil yang keracunan zat asam dari bangkai tongkang tersebut.
“ Meski demikian sampai saat ini tidak ada kepedulian pemerintah desa yang seharusnya memediasi bersama pihak pengelola, (Ko’ S),”
Lanjutannya bahwa keberadaan kapal tongkang tersebut membawa dampak buruk untuk infrastruktur pesisir pantai.
“ Ya, akibat arus balik yang di timbulkan bangkai tongkang itu, sehingga beberapa fasilitas warga seperti beberapa Pondasi beton rusak terkena bias ombak arus barat,” ujar dia.
“ Semestinya dalam kurun waktu beberapa tahun ini, pemerintah sudah turun tangan, namun tak ada kejelasan, masyarakat sudah berang sehingga mungkin menyelesaikan masalah ini dengan cara kami saja,” pungkasnya.







