
SULUT, nusantarainfo.net – Gerakan Reformasi GMIM 2025 menyuarakan suara jemaat lewat sebuah petisi yang disampaikan langsung di hadapan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM. Petisi ini dibacakan secara terbuka di lantai 3 Aula Sinode GMIM pada Rabu (11/6/2025), saat BPMS menerima massa aksi.

Jemaat Bergerak, Gereja Berbenah
Petisi Reformasi GMIM 2025 menggugah perhatian publik gerejawi. Sejumlah jemaat menyuarakan keprihatinan atas kondisi internal Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), terutama terkait kepemimpinan sinode dan tata kelola keuangan.
Aksi Damai dan Petisi Terbuka
Oleh karena itu, mereka melancarkan aksi damai sekaligus petisi terbuka. Petisi tersebut dibacakan langsung oleh Pdt. Magritha C. Dalos, M.Teol di depan BPMS GMIM, Rabu (11/6/2025), di lantai 3 Aula Sinode GMIM. Aksi berlangsung tertib dan mendapat pengawalan dari aparat keamanan.
Sorotan Kepemimpinan Ganda
Dalam petisi, jemaat menyebut keberadaan dua figur pimpinan—Pdt. Hein Arina dan Plt. Ketua Pdt. Janny Rende—menyebabkan kebingungan dan bertentangan dengan Tata Gereja GMIM Tahun 2021. Situasi ini dinilai mengancam sistem kolegial yang seharusnya dijalankan.
Isi Lengkap 14 Tuntutan Jemaat
Berikut adalah 14 poin petisi yang dibacakan:
- Mendukung penuh program pemberantasan korupsi oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dan Kapolda Sulut, Irjen Royke Langi.
- Menyatakan kepemimpinan BPMS saat ini vakum, membingungkan, dan bertentangan dengan Tata Gereja GMIM Tahun 2021.
- Menolak kewenangan mutlak BPMS dalam menafsirkan Tata Gereja GMIM 2021, yang semestinya diputuskan dalam Sidang Majelis Sinode.
- Menegaskan bahwa dugaan pidana korupsi oleh Pdt. Hein Arina adalah tanggung jawab pribadi, bukan institusional.
- Menyatakan kegagalan BPMS dalam mengelola dana hibah dari Pemerintah Provinsi Sulut.
- Menyebut bahwa status tersangka Hein Arina sangat mencoreng wibawa GMIM dan membuat pengelolaan keuangan sinode kacau.
- Mendesak digelarnya SMSI pada Juli 2025, sebagaimana keputusan SMST 2024 di Likupang 2.
- Meminta Hein Arina segera mengundurkan diri demi kelanjutan pelayanan dan kepemimpinan GMIM.
- Meminta pemberhentian Hein Arina sebagai pekerja pegawai organik karena mencoreng citra GMIM.
- Menuntut transparansi dana hibah, termasuk dari UKIT, RS GMIM, dan pemerintah kabupaten/kota.
- Menolak segala bentuk politisasi di tubuh GMIM.
- Menuntut penghentian tunjangan untuk Hein Arina karena tidak lagi menjalankan tugas pelayanan.
- Meminta audit menyeluruh atas dana hibah program Kerukunan Keluarga Pendeta dan Guru Agama.
- Menyatakan siap kembali melakukan aksi yang lebih besar jika SMSI tak dilaksanakan dan Hein Arina tidak mengundurkan diri.
Krisis Integritas dan Dampaknya
Terkait dugaan korupsi, petisi menegaskan bahwa proses hukum yang dijalani Pdt. Hein Arina adalah tanggung jawab pribadi. Namun, hal ini tetap mencoreng citra GMIM dan berdampak pada kepercayaan publik terhadap gereja.
BACA JUGA
Polda Sulut Tetapkan Lima Tersangka Kasus Korupsi Dana Hibah GMIM
Seruan Tegas dari Koordinator Aksi
Koordinator aksi, Pdt. Joke P. S. Mangare, M.Th, menyatakan bila tuntutan tidak ditanggapi, aksi lanjutan akan digelar. “Bisa tiga-empat hari ke depan, bisa minggu depan, kami akan datang kembali dengan kekuatan lebih besar,” ujarnya.
Jemaat Menanti Keputusan BPMS
Aksi ini mencerminkan semangat reformasi dari akar rumput jemaat. Dengan demikian, BPMS diharapkan segera mengambil langkah konkret demi memulihkan integritas dan kepercayaan umat.
Petisi ditandatangani oleh Pdt. Joke P. S. Mangare, M.Th dan Pdt. Magritha C. Dalos, M.Teol.
Harapan Akan Perubahan
Sebagai bagian dari tubuh Kristus, jemaat GMIM berharap agar momentum ini menjadi titik balik bagi gereja untuk merefleksikan kembali arah pelayanannya. Dengan keterbukaan, pertobatan, dan tanggung jawab moral yang tinggi, GMIM diharapkan dapat kembali menjadi pelita di tengah masyarakat—bukan hanya dalam pewartaan firman, tetapi juga dalam integritas kepemimpinan dan pengelolaan sumber daya yang dipercayakan Tuhan. (ray)
Ikuti FanPage Media Kami
https://www.facebook.com/profile.php?id=61576664393638&locale=id_ID







