
Manado, nusantarainfo.net — Pengelolaan pasar tidak cukup hanya diukur dari seberapa besar pendapatan yang diperoleh. Struktur biaya, kewajiban perpajakan, pemeliharaan infrastruktur hingga kesejahteraan pegawai ikut menentukan sehat tidaknya sebuah perusahaan daerah.
Hal tersebut menjadi perhatian Wali Kota Manado Andrei Angouw saat menggelar rapat teknis bersama jajaran Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Manado di ruang rapat Wali Kota, Selasa (6/10/2026).
Dalam rapat tersebut, Andrei tidak hanya meminta penjelasan mengenai operasionalisasi Perumda Pasar, tetapi juga mendalami berbagai komponen yang berkaitan dengan pendapatan dan pengeluaran perusahaan.
Jajaran Perumda Pasar yang dipimpin Direktur Utama dr. Lucky Senduk memaparkan sejumlah beban operasional yang harus ditanggung perusahaan. Mulai dari honorarium dan upah, kebersihan, listrik, perlengkapan operasional, keamanan dan ketertiban, kebutuhan rapat, hingga berbagai kebutuhan penunjang lainnya.
Beban yang berkaitan dengan pegawai turut menjadi pembahasan, termasuk kebutuhan seragam, dukungan kedukaan serta komponen kesejahteraan karyawan lainnya.
Tak berhenti pada biaya rutin, pembahasan juga menyentuh kebutuhan perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur pasar. Aspek ini menjadi penting karena kondisi fisik pasar berkaitan langsung dengan kenyamanan pedagang dan masyarakat yang beraktivitas di dalamnya.
Salah satu bagian yang mendapat perhatian Wali Kota adalah aspek perpajakan, khususnya Pajak Penghasilan (PPh).
Andrei mencermati besaran nilai pajak yang dipaparkan dalam rapat tersebut. Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya melihat pengelolaan Perumda Pasar secara lebih menyeluruh, tidak hanya dari sisi penerimaan, tetapi juga kewajiban yang harus dipenuhi perusahaan.
Berbagai pemaparan jajaran Perumda Pasar kemudian ditanggapi Wali Kota melalui sejumlah pertanyaan dan arahan.
Andrei menekankan agar Perumda Pasar mampu menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan manajemen yang sehat serta tetap memperhatikan kesejahteraan pegawai sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku.
Pasar Harus Nyaman, Bukan Sekadar Ramai
Di tengah pembahasan mengenai pendapatan dan beban operasional, perhatian Wali Kota juga diarahkan pada fungsi pasar sebagai ruang publik.
Pasar, menurut arah pembahasan tersebut, tidak semata-mata menjadi tempat transaksi antara pedagang dan pembeli. Kondisi infrastruktur dan lingkungan pasar ikut menentukan kualitas pelayanan publik.
Karena itu, penataan infrastruktur menjadi salah satu perhatian, khususnya di Pasar Bersehati.
Kenyamanan pedagang dan pembeli menjadi bagian yang ditekankan dalam pengelolaan pasar. Infrastruktur yang tertata diharapkan dapat mendukung aktivitas perdagangan sekaligus menciptakan ruang publik yang lebih nyaman bagi masyarakat.
Rapat tersebut dihadiri Direktur Utama Perumda Pasar Manado dr. Lucky Senduk bersama jajaran direksi, Kabag Ekonomi Setda Kota Manado David Kambey, S.E., Ketua Badan Pengawas Perumda Pasar Novie Lumowa, Kabag Umum Perumda Pasar serta sejumlah pejabat teknis lainnya.
Rangkaian pembahasan tersebut memperlihatkan bahwa pengelolaan Perumda Pasar tidak hanya bertumpu pada target pendapatan, tetapi juga pada bagaimana perusahaan mengelola biaya, memenuhi kewajiban, menjaga keberlangsungan operasional, memperhatikan pegawai dan pada saat yang sama memberikan pelayanan pasar yang semakin baik kepada masyarakat. (Rik)





