
Sinergi Taman Nasional dan Masyarakat Demi Konservasi Berkelanjutan
Bolaang Mongondow, nusantarainfo.net — Upaya pelestarian hutan di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) kembali digalakkan. Bertempat di Balai Desa Batumerah, Kecamatan Sangtombolang, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Maelang menggelar kegiatan sosialisasi perlindungan dan pengamanan kawasan, Senin (7/7/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Balai TNBNW, yang diwakili kepala unit perlindungan dan pengawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Zainal Arifin SH, Kepala Resort SPTN Wilayah III Maelang Ramli Iroth, serta Kanit Binmas Polsek Sangtombolang, AIPTU Thomas Kantohe, Sangadi Batumerah, Ferdy Kaseger. Perangkat desa, dan masyarakat desa setempat.
Kegiatan ini bertujuan mengedukasi warga mengenai pentingnya menjaga kawasan konservasi dari ancaman kerusakan seperti pembalakan liar dan perburuan satwa dilindungi.

Dalam pemaparannya Zainal Arifin SH. menekankan bahwa masyarakat memiliki peran vital dalam menjaga kawasan taman nasional.
“Kami berharap masyarakat Batumerah tidak hanya menjadi penonton, tapi juga pelaku aktif dalam menjaga kelestarian hutan yang merupakan aset bersama,” ujar Zainal.
Ia juga menjelaskan tentang batas-batas kawasan TNBNW, regulasi yang berlaku, dan konsekuensi hukum bagi pelanggaran seperti perambahan hutan dan pembakaran lahan.
Kanit Binmas Polsek Sangtombolang menambahkan pentingnya peran aparat dan warga dalam mencegah konflik kepentingan di kawasan konservasi. Edukasi ini dianggap krusial untuk mencegah terjadinya pelanggaran hukum yang sering terjadi karena ketidaktahuan masyarakat.
Sangadi Batumerah menyambut baik kegiatan ini dan mengungkapkan bahwa pihaknya akan mendukung penuh kegiatan pengawasan lingkungan Taman Nasional, serta terus mensosialisakan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian, serta tidak melakukan perburuan satwa endemik yang ada di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.
“Kami siap bekerjasama dengan pihak taman nasional untuk terus menjaga Kelestarian Taman Nasional, serta mengedukasi masyarakat untuk tidak melakukan perburuan satwa endemik serta pembalakan liar.” pungkas Kaseger.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dalam sesi diskusi terbuka, di mana sejumlah warga terlihat aktif memberikan pertanyaan kepada Tim Taman Nasional terkait Materi sosialisasi yang diberikan.
Sosialisasi seperti ini diharapkan dapat membentuk kesadaran kolektif masyarakat demi masa depan hutan yang lestari dan aman. (Rik)







