
Perjanjian Kerjasama dengan STT IKAT Jakarta dan STIPAK Taman Harapan Jakarta
Nusantarinfo.net || Sekolah Tinggi Pendidikan Agama Kristen (STIPAK) Taman Harapan mencatat sejarah penting dengan mewisuda 12 lulusan angkatan pertamanya, sekaligus menandatangani perjanjian kerja sama dengan STT IKAT Jakarta sebagai sekolah mitra resmi.
Momentum ini menjadi tonggak penguatan kelembagaan dalam pengembangan pendidikan agama Kristen dan pelayanan masyarakat.
Wisuda Perdana Penuh Haru
Wisuda dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari 2026, di Gedung Forum Teknologi LEMIGAS, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Suasana berlangsung khidmat dan emosional, dihadiri keluarga wisudawan, mahasiswa, serta tamu undangan dari berbagai kalangan.
Sebanyak 12 wisudawan resmi dikukuhkan sebagai lulusan angkatan pertama. Sejumlah alumni membagikan kesaksian tentang proses pembelajaran dan perubahan hidup yang mereka alami selama menempuh pendidikan.
Saat ini, STIPAK Taman Harapan memiliki sekitar 70 mahasiswa aktif dari berbagai latar belakang, mulai dari guru daerah, istri pendeta, pelayan jemaat, hingga masyarakat umum.
Hal ini menegaskan komitmen lembaga dalam membuka akses pendidikan agama Kristen bagi siapa saja tanpa dibatasi usia maupun profesi.
Penandatanganan MoU dan Peluncuran Resmi
Penandatanganan MoU dilaksanakan pada 15 Februari 2026 di Gedung Soho Pancoran, Jakarta Selatan, yang menjadi sekretariat Yayasan Taman Pengharapan Bersama.
Dokumen kerja sama ditandatangani oleh:
Dr. Jimmy M.R. Lumintang, M.Th., MBA — Rektor STT IKAT Jakarta
Friska L. Piay, S.Kep., M.Pd — Ketua Yayasan Taman Pengharapan Bersama
Disaksikan oleh Julian Wuisan, SE.Ak dan Pdt. Handi Geradus, M.Th, serta dihadiri Direktur Kemitraan STT IKAT Dr. Marcelius Lumintang, M.Th, Sekretaris Institusi Alfini Runtunuwu, M.Pd, para alumni, serta Dr. Melvin Sengke yang baru menyelesaikan program doktoralnya di STT IKAT.
Pada rangkaian acara penandatanganan MoU tersebut, ibadah dan penyampaian Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Dr. Renly Suling mengenai panggilan menjadi hamba Kristus, yang menegaskan dimensi pelayanan dalam kerja sama ini.
Kerja sama ini menjadi bentuk pendampingan akademik bagi STIPAK Taman Harapan yang sebelumnya berstatus kelas tutor.
Setelah kelulusan angkatan pertama, STIPAK Taman Harapan resmi diluncurkan sebagai sekolah mitra dan diarahkan untuk berkembang secara lebih mandiri.
Pendidikan Mengangkat Martabat Manusia
Dalam sambutannya, Rektor STT IKAT menegaskan:
“Di STT IKAT yang utama bukan uang, tetapi niat. Ketika niat ada, berkat akan mengikuti, sebab pendidikan harus mengangkat harkat dan martabat manusia.”
Sementara Ketua Yayasan Taman Pengharapan Bersama, Friska L. Piay, menyampaikan pesan kepada para alumni:
“Jadilah berkat saat kembali ke tempat pelayanan masing-masing. Jika Anda merasa diberkati, biarlah berkat itu menjadi harapan bagi orang di sekitar Anda.”
Dengan wisuda perdana dan pengesahan kemitraan ini, STIPAK Taman Harapan menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan agama Kristen yang inklusif, membentuk pribadi yang siap melayani serta memberi dampak nyata di tengah masyarakat.







