
Nusantarainfo.net || Kerinduan terhadap tanah kelahiran kembali diwujudkan melalui aksi nyata.
Puluhan warga Kawanua yang datang dari berbagai daerah dan negara, seperti Amerika Serikat, Australia, serta Jakarta, menggelar kunjungan kasih ke Panti Lanjut Usia Lidia Tomohon dalam rangkaian kegiatan Kawanua Pulang Kampung, Jumat (7/8).
Kegiatan tersebut menjadi momen penuh kehangatan ketika para peserta berinteraksi langsung dengan para penghuni panti, berbagi kebersamaan, memberikan bantuan, serta menghadirkan sukacita bagi para oma dan opa.
Ketua Panitia Kawanua Pulang Kampung, Trise Lumanaw-Kolowai, mengatakan bahwa kegiatan ini lahir dari rasa syukur sekaligus kerinduan untuk tetap memberikan perhatian kepada sesama, khususnya masyarakat di tanah Minahasa.
“Kami bersyukur dapat berbagi berkat yang Tuhan percayakan kepada kami. Walaupun tinggal berjauhan dan tersebar di berbagai negara, persaudaraan sebagai Kawanua tetap terjalin. Tujuan kami sederhana, yaitu berbagi kasih dan terus memelihara kebersamaan,” ujarnya.
Menurut Trise, semangat kegiatan tersebut berakar pada falsafah Minahasa “Si Tou Timou Tumou Tou”, yang mengajarkan bahwa manusia hidup untuk menghidupkan dan memberdayakan sesamanya. Nilai inilah yang menjadi motivasi utama seluruh rangkaian kegiatan sosial selama pelaksanaan Kawanua Pulang Kampung.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, terutama Pemerintah Kota Tomohon yang dinilai memberikan sambutan hangat serta berbagai fasilitas selama rombongan berada di daerah.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Wali Kota Tomohon beserta jajaran pemerintah, Kepala Dinas Pariwisata bersama seluruh staf, yang dinilai berperan besar dalam mendukung kelancaran seluruh agenda Kawanua Pulang Kampung.
Selain itu, Trise turut mengapresiasi insan pers yang telah mendokumentasikan dan menyebarluaskan berbagai kegiatan sehingga dapat diketahui masyarakat luas.
“Kami tidak dapat membalas semua kebaikan dan dukungan yang telah diberikan. Biarlah Tuhan yang membalas setiap ketulusan Bapak dan Ibu sekalian,” tuturnya.
Kunjungan kasih ini menjadi pengingat bahwa sejauh apa pun langkah seorang Kawanua merantau, ikatan dengan tanah kelahiran dan semangat berbagi kepada sesama akan selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jati diri masyarakat Minahasa.






