
Manado, nusantarainfo.net — Pemerintah Kota Manado resmi menutup Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) yang digelar bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (10/9/2026).
Penutupan kegiatan yang berlangsung di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado tersebut dihadiri Wali Kota Manado Andrei Angouw bersama jajaran pemerintah daerah, BPSDM Sulut, para peserta serta unsur pendukung pelatihan.
Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Manado dr. Steaven Dandel, M.Ph., Kepala BPSDM Provinsi Sulawesi Utara Dr. Franky A. Tintingon, SSTP., M.Si., Kepala BKPSDM Kota Manado Otniel Tewal, S.S., M.M., para kepala perangkat daerah, camat se-Kota Manado, panitia pelaksana, widyaiswara, mentor, serta peserta PKP.
Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, disampaikan bahwa pelatihan tersebut diikuti sebanyak 40 peserta dan seluruhnya dinyatakan lulus.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, doa pembukaan, serta penyampaian laporan yang mewakili peserta dan laporan Kepala BKPSDM Kota Manado terkait pelaksanaan pelatihan, metode pembelajaran hingga capaian kegiatan.
Kepala BPSDM Provinsi Sulawesi Utara dalam sambutannya menjelaskan konsepsi Pelatihan Kepemimpinan Pengawas yang dirancang melalui berbagai metode dan materi untuk meningkatkan kapasitas peserta dalam menjalankan tugas kepemimpinan di lingkungan pemerintahan.
Dalam proses pelatihan, peserta juga didorong menghasilkan berbagai inovasi dalam pelaksanaan program, termasuk pemanfaatan digitalisasi. Penilaian terhadap peserta menjadi bagian dari proses untuk mengukur capaian selama mengikuti pelatihan.
Pada kesempatan tersebut turut diumumkan 10 peserta terbaik dalam pelaksanaan PKP.
Sementara itu, Wali Kota Manado Andrei Angouw menekankan pentingnya hasil pelatihan tersebut tidak berhenti pada pencapaian administratif, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, pelatihan kepemimpinan menjadi bagian penting dalam membentuk sumber daya aparatur yang mampu bekerja secara profesional sekaligus membangun kerja sama tim dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Wali Kota juga menegaskan pentingnya keberadaan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Peningkatan kapasitas aparatur, menurutnya, perlu berjalan seiring dengan peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan publik.
Ia juga mengaitkan pengembangan kompetensi aparatur dengan konsep manajemen talenta, di mana peningkatan kapasitas dan tanggung jawab jabatan harus diikuti dengan peningkatan kinerja serta kontribusi terhadap organisasi dan masyarakat.
“Harapannya, hasil dari pelatihan ini dapat berguna bagi Pemerintah Kota Manado dan tentunya bagi masyarakat Kota Manado,” demikian inti pesan Wali Kota dalam sambutannya.
Usai memberikan sambutan, Wali Kota Manado secara resmi menutup rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Pengawas tersebut.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada 10 peserta terbaik dan prosesi pelepasan tanda peserta sebagai penanda berakhirnya pelatihan.
Dengan berakhirnya PKP ini, para peserta diharapkan dapat menerapkan kompetensi dan inovasi yang diperoleh selama pelatihan dalam pelaksanaan tugas masing-masing, sekaligus mendukung peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di Kota Manado. (Rik)




