
Manado, nusantarainfo.net — Penanganan warga dengan masalah kejiwaan membutuhkan perhatian serius, bukan hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga dukungan keluarga dan lingkungan. Hal tersebut menjadi perhatian Wali Kota Manado Andrei Angouw saat mengunjungi Shelter ODGJ di wilayah Mapanget, Rabu (9/9/2026) siang.
Dalam kunjungan tersebut, Andrei Angouw melihat langsung kondisi shelter dan sejumlah warga yang sementara menjalani pendampingan. Wali Kota juga berdialog dengan petugas untuk mengetahui kondisi penghuni, pola pendampingan serta berbagai kebutuhan dalam proses penanganan.
Salah satu warga yang menjadi perhatian merupakan seorang pria lanjut usia yang sementara menjalani terapi di shelter. Menurut penjelasan petugas, kondisi warga tersebut masih memerlukan pemantauan karena kondisi emosional dan perilakunya belum sepenuhnya stabil.
Petugas menyampaikan bahwa warga tersebut sementara dikategorikan sebagai Orang dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) dan masih menjalani proses terapi. Kondisi tersebut membuat pendampingan perlu dilakukan secara hati-hati dan berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan keselamatan warga yang bersangkutan maupun orang-orang di sekitarnya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga berdialog dengan pihak keluarga. Turut hadir Camat Malalayang Jusuf Kopitoy, S.H., M.H., mengingat warga tersebut merupakan warga Kelurahan Bahu dan sebelumnya berdomisili di Kelurahan Malalayang Satu Timur, Kecamatan Malalayang.
Kehadiran keluarga menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai langkah penanganan selanjutnya. Pemerintah, petugas shelter dan keluarga perlu memiliki pemahaman yang sama agar penanganan dapat dilakukan secara tepat, manusiawi dan sesuai dengan kebutuhan warga yang bersangkutan.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Wali Kota untuk melihat langsung persoalan di lapangan sebelum menentukan langkah selanjutnya. Kondisi warga, kapasitas pendampingan serta dukungan keluarga menjadi sejumlah aspek yang perlu dipertimbangkan dalam mencari solusi.
Penanganan masalah kejiwaan memang tidak cukup hanya dengan menempatkan seseorang di sebuah fasilitas. Diperlukan terapi, pemantauan, pendampingan serta dukungan keluarga dan lingkungan agar proses pemulihan maupun pengendalian kondisi dapat berjalan secara optimal.
Melalui kunjungan ini, Pemerintah Kota Manado menunjukkan perhatian terhadap kelompok masyarakat yang berada dalam kondisi rentan. Pendekatan yang mengedepankan kemanusiaan sekaligus memperhatikan aspek keselamatan menjadi bagian penting dalam memastikan setiap warga tetap mendapatkan hak atas penanganan dan pendampingan yang layak. (Rik)




