
Manado, nusantarainfo.net || Suasana pagi di Lapangan Sparta Tikala Manado berubah menjadi pusat konsolidasi kekuatan, Selasa (21/10), saat ratusan personel dari berbagai instansi berkumpul dalam Apel Kesiapsiagaan Bencana. Dalam rangka memperingati Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2025, Kota Manado menunjukkan kesiapannya menghadapi segala kemungkinan bencana yang bisa datang kapan saja, tanpa peringatan.
Dipimpin langsung oleh Wali Kota Manado, kegiatan ini menyatukan elemen strategis pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan kemanusiaan hingga petugas teknis dari berbagai sektor. Hadir dalam apel tersebut jajaran Forkopimda Manado, Kapolres Kota Manado, Asisten I Pemkot Yulises Oechlers, Kepala BPBD Donald Sambuaga, Kepala Dinas Damkar Charles Jimmy Rotinsulu, dan para pejabat eselon. Tampak pula barisan solid dari Basarnas, BPBD, Damkar, Tagana Dinas Sosial, Satpol PP, petugas kesehatan, PLN, hingga satpam dan unsur relawan kebencanaan lainnya.
Deretan kendaraan taktis diparkir rapi di sisi lapangan. Ambulans, mobil pemadam kebakaran, kendaraan evakuasi, hingga alat berat seperti buldoser dan truk pengangkut bantuan berdiri gagah siap digerakkan kapan pun dibutuhkan. Bukan sekadar pajangan, seluruh peralatan ini merupakan simbol kesiapan penuh Kota Manado dalam menghadapi potensi bencana.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan pesan mendalam. Ia mengingatkan bahwa bencana bisa datang tanpa aba-aba, dan kesiapan adalah satu-satunya senjata untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkannya.
“Terima kasih atas dedikasi dan kesiapsiagaan seluruh unsur yang hadir hari ini. Kita tidak bisa menghindari bencana, tapi kita bisa belajar, berlatih, dan bersinergi untuk mengurangi risikonya,” tegas Wali Kota dalam pidatonya yang disambut tepuk tangan para peserta apel.
Ia menekankan pentingnya simulasi, pelatihan teknis, dan kerja sama lintas sektor sebagai pilar utama dalam membangun ketangguhan kota. “Kita semua memiliki peran. Jangan tunggu bencana datang baru kita panik. Hari ini kita bersiap, agar besok kita bisa menyelamatkan,” ujarnya penuh semangat.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan bencana yang menggambarkan situasi darurat sesungguhnya. Dalam hitungan menit, tim evakuasi gabungan bergerak cepat mengevakuasi korban, melakukan penyelamatan, hingga menangani gangguan infrastruktur. Basarnas, BPBD, Damkar, Dinas Kesehatan, PLN, dan berbagai unsur lainnya menunjukkan koordinasi yang solid dan terlatih.
Simulasi ini bukan sekadar latihan. Ini adalah pesan kuat bahwa Kota Manado adalah kota yang tangguh dan siap melindungi warganya, dari segala resiko bencana. (Rik)







