
Tomohon, nusantarainfo.net — Sebuah kisah penuh kemanusiaan terjadi di RSUD Anugerah Tomohon saat menangani persalinan seorang pasien yang masih dalam proses administrasi kependudukan.
Pasien perempuan yang masuk pada Sabtu malam, 20 September 2025 sekitar pukul 21.00 WITA awalnya direncanakan menjalani persalinan normal. Namun keluarga menghadapi kendala besar: kartu BPJS Kesehatan sudah tidak aktif, dan secara kependudukan pasien belum sepenuhnya tercatat sebagai warga Tomohon karena masih dalam proses pindah dari Manado. Untuk sementara, ia hanya memiliki keterangan domisili dari kelurahan setempat.
Di tengah keterbatasan biaya dan situasi administrasi yang belum tuntas, Direktur RSUD Anugerah Tomohon, dr. Irene E. L. Pandeiroot, MM, M.Kes, mengambil keputusan penuh empati.
“Lakukan saja penanganan, untuk biaya jangan dulu dipikirkan,” tegasnya kepada tim medis.
Pasien kemudian ditempatkan di ruang Amarilis untuk menunggu proses persalinan. Namun, setelah kurang lebih 12 jam, kondisi Pasien tidak menunjukan perubahan untuk melahirkan, sehingga diputuskan untuk dilakukan tindakan Sectio Caesarea (operasi sesar) pada Minggu malam, (21/09/2025).
Sekali lagi, pihak keluarga diliputi kekhawatiran soal biaya, mengingat status sebagai pasien umum dan pasien yang merasa takut untuk dilakukan tindakan operasi. Namun dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Abraham A.L Maukar, spOG, subsp, Urogin Re memberikan jawaban menenangkan:
“Sudah tidak apa-apa, kita lakukan operasi saja dulu ya, mengingat kondisi ibu dan bayi dalam kandungan, jangan dipikirkan dulu biayanya,” ujarnya menenangkan keluarga dan pasien.
Prosedur berjalan lancar dan seorang bayi perempuan lahir dengan selamat. Bagi keluarga, momen tersebut bukan sekadar kelahiran anak, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa rasa kemanusiaan masih dijunjung tinggi di dunia medis. atas tindakan dan kebijakan dari pihak RS dan Dokter, keluarga pasien pun menyampaikan apresiasi mendalam.
“Kami merasa benar-benar ditolong, bukan hanya secara medis, tetapi juga secara kemanusiaan. Terima kasih untuk kebijakan RS serta dokter yang begitu Profesional dan bijaksana,” ungkap keluarga.
Kisah ini menjadi bukti bahwa RSUD Anugerah Tomohon hadir bukan sekadar sebagai rumah sakit, tetapi sebagai tempat harapan bagi siapa saja yang membutuhkan, tanpa membeda-bedakan status kependudukan maupun kondisi finansial. (vdp)






