
Nusantarainfo.net – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Tomohon menyebabkan satu unit screen house untuk budidaya tanaman hias krisan di Kelurahan Kakaskasen II ambruk. Fasilitas tersebut diketahui milik Kelompok Tani Rosa.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon, Dr. Karel Lala, SP, MSi, membenarkan kejadian tersebut saat diwawancarai sejumlah wartawan, Selasa (13/01). Ia menjelaskan bahwa screen house yang rusak merupakan satu dari sepuluh unit yang dibangun melalui anggaran APBD Tahun 2025, dengan total nilai anggaran mencapai Rp880 juta.
Menurut Lala, pembangunan screen house ini merupakan bagian dari program strategis Pemerintah Kota Tomohon untuk mendorong pengembangan komoditas tanaman hias, khususnya krisan.
“Perbaikan saat ini sudah mulai dilakukan dan ditargetkan rampung paling lambat bulan Februari,” ujarnya.
Ia menambahkan, program pengadaan screen house bertujuan untuk mendorong peningkatan produksi krisan secara lebih terstruktur dan masif. Dengan fasilitas ini, petani diharapkan mampu memproduksi benih sendiri dalam jumlah besar, sekaligus memenuhi permintaan pasar, baik lokal maupun luar daerah.
“Kami ingin semua kelompok tani ikut terlibat aktif dalam produksi benih krisan, supaya kebutuhan bisa dipenuhi dan petani juga mendapatkan nilai tambah secara ekonomi,” jelasnya.
Saat ini, produksi krisan di Kota Tomohon tercatat berada di kisaran 400.000 hingga 450.000 tangkai per tahun, dengan luas lahan tanam mencapai sekitar 27.696 meter persegi. Kegiatan budidaya tersebut ditopang oleh 48 unit screen house yang tersebar di sejumlah wilayah, dengan ukuran bervariasi, mulai dari 10×10 meter, 10×15 meter, hingga 10×30 meter.
Selain pembangunan sarana fisik, pemerintah juga terus mendorong pengembangan sektor ini melalui pelatihan petani, penyediaan benih unggul, serta promosi produk ke pasar nasional dan internasional.
“Kami berharap produksi krisan terus meningkat secara berkelanjutan dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Lala.
Dengan proses perbaikan yang sedang berjalan, pemerintah optimistis aktivitas budidaya krisan di Kota Tomohon akan segera kembali normal dan bahkan berkembang lebih baik ke depan, sekaligus memperkuat posisi Tomohon sebagai salah satu sentra tanaman hias nasional.







