
Manado, nusantarainfo.net || Wali Kota Manado, Andrei Angouw, menghadiri kegiatan Tatap Muka Triwulan III bersama tokoh masyarakat dan pimpinan rumah ibadah se-Kota Manado, yang digelar di Pasar Wisata Tematik Bunaken, Kelurahan Tongkaina, Rabu (15/10).
Acara yang diinisiasi oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Manado bekerja sama dengan Presidium BKSAUA Kota Manado ini turut dihadiri oleh Asisten I Setda Kota Manado Julises Oehlers, Kadis Perindag Hendrik Waroka, Kabag Kesra Yanni Ohy, Ketua Presidium BKSAUA Pdt. Judi Tunari, M.Teol, serta para tokoh agama dan pimpinan rumah ibadah dari berbagai denominasi dan kepercayaan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Andrei Angouw menyampaikan apresiasi kepada seluruh tokoh agama yang selama ini terus berkolaborasi mendukung program-program pemerintah.
“Saya berterima kasih atas sinergi yang telah terbangun bersama para tokoh agama. Masyarakat dan jemaat adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam membangun kota ini,” ujar Wali Kota.
Ia juga menegaskan kembali konsep dasar negara Indonesia sebagai negara yang beragama, bukan negara agama, sebagaimana terkandung dalam nilai-nilai Pancasila.
“Kita hidup dalam keberagaman yang diikat oleh Pancasila. Karena itu, masyarakat harus menjadi contoh dalam menjaga toleransi dan menghargai perbedaan,” tutur Angouw.
Lebih lanjut, Wali Kota mengajak para tokoh masyarakat dan pemimpin umat untuk terus membangun komunikasi dan kepercayaan (trust) di tengah masyarakat. Hal itu dianggap penting untuk mencegah munculnya berbagai bentuk kejahatan sosial dan disintegrasi moral.
“Kita harus membangun kualitas umat dengan menjadi teladan. Jangan sampai hilang kepercayaan, karena dari situlah keharmonisan berawal,” tegasnya.
Kegiatan tatap muka ini menjadi momentum penting memperkuat sinergi antara pemerintah dan tokoh agama, dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkokoh semangat toleransi di Kota Manado yang dikenal sebagai kota multikultural. (Rik)






